Kapolda Sulsel di Al-Markaz: Jangan Tunggu Keluarga Jadi Korban Baru Peduli
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id – Maraknya perkelahian antarkelompok warga yang melibatkan remaja menjadi perhatian Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H. Ia mengajak orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat mengambil peran lebih aktif dalam mencegah anak-anak terlibat dalam aksi kekerasan.
Pesan tersebut disampaikan Awal saat bersilaturahmi dengan jamaah Salat Subuh di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar, Minggu (10/10). Dalam kesempatan itu, ia menyoroti sejumlah persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mulai dari tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga penipuan yang merugikan warga.
Menurut Kapolda, perkelahian antarkelompok di Makassar tidak jarang bermula dari persoalan sederhana, seperti suara kendaraan bermotor yang dianggap mengganggu kenyamanan. Perselisihan kecil tersebut kemudian berkembang menjadi bentrokan yang berpotensi menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi.
Ia mengungkapkan, keterlibatan anak-anak berusia sekitar 12 hingga 16 tahun dalam aksi perkelahian menjadi persoalan yang harus ditangani bersama.
Kapolda mempertanyakan peran keluarga dan lingkungan dalam mengawasi aktivitas anak-anak, terutama ketika mereka berada di luar rumah hingga larut malam.
Menurutnya, pengawasan orang tua, pembinaan di sekolah, serta kepedulian tetangga sangat diperlukan agar remaja tidak terjerumus dalam perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Senjata Busur dan Narkoba Perlu Diwaspadai
Selain tawuran, Awal menyoroti penggunaan busur dan anak panah dalam aksi kekerasan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Ia mengajak masyarakat memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya dugaan pembuatan atau perdagangan perlengkapan yang berpotensi digunakan untuk melakukan tindak kejahatan.
Kapolda juga mengingatkan bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang dapat memicu persoalan sosial lainnya.
Menurutnya, ketergantungan terhadap narkoba dapat mendorong seseorang melakukan tindakan melanggar hukum demi memenuhi kebutuhannya, termasuk pencurian dan penjambretan.
Karena itu, upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan penindakan kepolisian. Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan dan berani melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.
Polisi Minta Masyarakat Tidak Apatis
Dalam tausiah tersebut, Kapolda menegaskan bahwa keamanan merupakan kebutuhan bersama. Polisi tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.
Ia mengajak warga untuk tidak bersikap acuh terhadap berbagai persoalan di sekitarnya, termasuk pelanggaran lalu lintas, peredaran minuman keras ilegal, penipuan, dan tindakan lain yang berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat.
Menurutnya, kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana, seperti saling mengingatkan ketika melihat pelanggaran atau menyampaikan informasi kepada pihak berwenang apabila mengetahui potensi gangguan keamanan.
Awal juga mendorong masyarakat menyampaikan kritik dan masukan terhadap pelayanan kepolisian, termasuk apabila menemukan tindakan anggota yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan.
Ia menekankan pentingnya hubungan yang terbuka antara kepolisian dan masyarakat agar berbagai persoalan dapat ditangani lebih cepat.
Kapolda turut menyinggung pentingnya pembinaan bagi remaja yang terlibat dalam kenakalan, termasuk melalui dukungan terhadap program pendidikan seperti Sekolah Rakyat bagi anak-anak yang mengalami persoalan akses pendidikan.
Prof. Mustari Mustafa: Ini Tanggung Jawab Bersama
Ketua Harian Yayasan Masjid Al-Markaz Al-Islami, Prof. Mustari Mustafa, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Kapolda Sulawesi Selatan dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
Menurut Mustari, Yayasan Masjid Al-Markaz Al-Islami sangat mendukung dan menyokong upaya Kapolda, terutama dalam mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap persoalan sosial dan keamanan di lingkungan masing-masing.
Ia menilai, poin-poin yang disampaikan Kapolda dalam tausiah tersebut bukan hanya bentuk pelaksanaan tugas ataupun kepedulian terhadap masyarakat, tetapi juga merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan bersama.
Persoalan keamanan, menurutnya, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya kepolisian, tetapi juga keluarga, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat secara luas.
Dukungan Yayasan Masjid Al-Markaz Al-Islami tersebut sejalan dengan pentingnya membangun kesadaran kolektif dalam mencegah kejahatan, membina generasi muda, dan menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Melalui silaturahmi di Masjid Al-Markaz Al-Islami, yang dihadiri seluruh pengurus Yayasan Islamic Al -Mekaz Al-Islami diharapkan tumbuh kepedulian yang lebih kuat di tengah masyarakat untuk saling mengingatkan dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif. (RB)



