Banner

Kalla Institute dan MarkPlus Perkuat Kolaborasi Siapkan SDM Era AI

 Kalla Institute dan MarkPlus Perkuat Kolaborasi Siapkan SDM Era AI
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan besar terhadap kebutuhan kompetensi di dunia kerja.

Kondisi ini mendorong perguruan tinggi untuk tidak hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan teknologi, tetapi juga memperkuat kompetensi yang menjadi keunggulan manusia.

Hal tersebut mengemuka dalam Makassar Marketing Festival (MMF) 2026 Campus Day yang digelar di Kalla Institute, Makassar, dengan mengangkat tema “Future-Ready Leaders: Human + AI”, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari agenda MarkPlus Institute dan Marketeers Event tersebut mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan praktisi untuk membahas perubahan industri, perkembangan teknologi, serta kesiapan generasi muda memasuki dunia kerja.

Rektor Kalla Institute, Syamril, mengatakan kehadiran AI perlu disikapi dengan kesiapan untuk beradaptasi. Menurutnya, teknologi akan menjadi bagian yang semakin dekat dengan kehidupan dan aktivitas profesional, sehingga mahasiswa perlu memiliki kemampuan yang tidak mudah digantikan oleh teknologi.

“AI akan menjadi bagian dari kehidupan dan dunia kerja di masa depan. Karena itu, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan yang tidak dapat digantikan teknologi, seperti empati, kolaborasi, dan pengambilan keputusan,” ujar Syamril.

Selain kemampuan tersebut, mahasiswa juga didorong memperkuat keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kepemimpinan.

Kompetensi itu dinilai penting agar generasi muda mampu mengambil peran di tengah perubahan kebutuhan industri yang berlangsung cepat.

Perspektif dari dunia industri turut disampaikan Dean of MarkPlus Institute, Ardhi Ridwansyah. Ia membahas perubahan tren pemasaran dan kompetensi yang semakin dibutuhkan di era digital.

Dalam kondisi industri yang terus berubah, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda. Mahasiswa dituntut tidak hanya memahami perkembangan teknologi, tetapi juga mampu membaca perubahan dan menyesuaikan kompetensinya dengan kebutuhan pasar kerja.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara, Dr. Andi Lukman, menyoroti pentingnya hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi dan industri.

Menurutnya, kolaborasi kedua pihak diperlukan agar kompetensi lulusan dapat semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa juga perlu mendapatkan ruang untuk mengenal langsung perkembangan industri dan peluang karier yang tersedia.

Dalam MMF 2026 Campus Day, mahasiswa berkesempatan berdialog langsung dengan para narasumber. Diskusi membahas berbagai isu, mulai dari perubahan dunia kerja, perkembangan industri, peluang karier, hingga keterampilan yang perlu dipersiapkan sejak masa perkuliahan.

Agenda tersebut juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MarkPlus dan Kalla Institute. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat pengembangan kompetensi mahasiswa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan ekosistem inovasi.

Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan industri, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh bekal akademik, tetapi juga pengalaman dan pemahaman mengenai kebutuhan dunia kerja.

Peserta kegiatan juga memperoleh kesempatan memperluas jejaring dengan akademisi dan praktisi, sekaligus mendapatkan wawasan mengenai perkembangan industri serta peluang kerja dan karier.

Kalla Institute menilai sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan teknologi.

Penguasaan AI diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kemampuan manusia sehingga teknologi tidak hanya menjadi alat, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. (*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *