948 Ribu Penerima di Sulsel Dapat Bantuan Beras hingga September
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id– Sebanyak 948 ribu warga di Sulawesi Selatan menerima bantuan pangan berupa beras untuk periode Juli hingga September 2026. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui sejumlah titik, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Untia, Kota Makassar.
Direktur Pemasaran Perum Bulog, Rahmanto Amin Jatmiko, mengatakan setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan sebanyak 10 kilogram beras setiap bulan. Dengan demikian, total bantuan yang diterima setiap penerima mencapai 30 kilogram untuk periode tiga bulan.
“Jumlah yang akan kita bagikan di seluruh Sulawesi Selatan itu 28 juta kilogram. Untuk Kelurahan Untia hari ini, kita akan membagikan sekitar 7,8 ton atau 7.860 kilogram,” kata Rahmanto saat penyaluran bantuan di KDKMP Untia, Jumat (28/8/2026).
Khusus Kota Makassar, tercatat sebanyak 89.231 penerima manfaat mendapatkan bantuan pangan tersebut.
Penyaluran bantuan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi, khususnya bagi kelompok penerima manfaat.
Di sisi lain, keberadaan KDKMP diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyaluran bantuan, tetapi berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan dan desa.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, yang memantau langsung penyaluran bantuan di KDKMP Untia, mengatakan koperasi tersebut nantinya dapat melayani berbagai kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, KDKMP dapat menyediakan sejumlah kebutuhan seperti sembako, LPG, minyak goreng dan berbagai kebutuhan lainnya.
“Untuk menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di desa,” ujar Nurdin.
Nurdin juga menyebut pembangunan KDKMP di Sulawesi Selatan terus berjalan. Hingga saat ini, sebanyak 35 KDKMP disebut telah terbangun dan siap beroperasi.
Ia menilai keberadaan koperasi tersebut dapat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan.
Sementara itu, dari sisi ketersediaan pangan, Bulog memastikan stok beras nasional masih dalam kondisi aman.
Rahmanto menyebut stok beras yang berada di gudang Bulog mencapai sekitar 5,1 juta ton. Selain itu, terdapat potensi produksi dari standing crop yang diperkirakan mencapai sekitar 10 juta ton.
Kondisi tersebut, kata dia, turut didukung peningkatan produksi pertanian dan penerapan berbagai program pertanian modern.
Dengan ketersediaan stok yang memadai, pemerintah diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan bantuan pangan bagi masyarakat dapat disalurkan secara berkelanjutan. (RB)



