Ikbal Ismail Sebut Kepedulian Pemkab Maros kepada Jemaah Haji Patut Dicontoh
Makassar, Radioalmarkaz.co.id-Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Makassar, H. Ikbal Ismail, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maros atas perhatian dan pelayanan yang diberikan kepada jemaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci.
Apresiasi tersebut disampaikan saat prosesi serah terima jemaah haji Kloter 14 Debarkasi Makassar di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Kamis (11/6/2026).
Menurut Ikbal, kehadiran langsung Bupati dan Wakil Bupati Maros dalam menyambut kepulangan jemaah merupakan bentuk kepedulian yang patut diapresiasi.
“Ini pertama terjadi, jemaah haji dijemput langsung oleh bupati dan wakil bupati sekaligus. Bahkan dijemput sampai di bandara,” ujar Ikbal.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan itu menilai langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk bagi mereka yang baru menunaikan ibadah haji.
Menurutnya, perhatian yang diberikan sejak proses keberangkatan hingga kepulangan menjadi bukti nyata kecintaan pemerintah daerah terhadap warganya.
“Ini menunjukkan kecintaan dan kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakatnya yang telah menunaikan rukun Islam kelima,” katanya.
Selain menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Maros, Ikbal juga mengingatkan para jemaah agar menjaga kemabruran haji setelah kembali ke tanah air.
Ia menegaskan bahwa kemabruran tidak hanya terlihat selama menjalankan ibadah di Makkah dan Madinah, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke tengah masyarakat.
Mengutip pesan Rasulullah SAW, Ikbal menjelaskan terdapat tiga tanda utama haji mabrur.
Pertama, I’thaamuth Tha’aam, yakni gemar memberi makan, berbagi rezeki, berderma, serta peduli kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan.
Kedua, Thayyibul Kalaam, yaitu membiasakan perkataan yang baik, santun, serta menjaga lisan dari ucapan kasar, dusta, ghibah, maupun perkataan yang dapat menyakiti orang lain.
Ketiga, Ifsyaa’us Salaam, yakni menebarkan salam, kedamaian, rasa aman, serta menghindari konflik dan permusuhan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Ikbal, ketiga nilai tersebut merupakan implementasi nyata dari kemabruran haji yang tercermin dalam perilaku sehari-hari.
“Haji mabrur ditandai dengan semakin dekatnya seseorang kepada Allah SWT, sekaligus semakin baik akhlaknya dan semakin besar manfaatnya bagi sesama,” ujarnya.
Ia berharap seluruh jemaah dapat mempertahankan nilai-nilai tersebut dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
“Semoga seluruh jemaah dapat menjaga kemabruran hajinya dan menjadi teladan di tengah masyarakat melalui akhlak yang baik, kepedulian sosial, serta semangat menebarkan kedamaian,” pungkasnya. (RB)



