Harga Cabai Kembali Melonjak di Sulsel

MAKASSAR, RADIOALMARAKZ.CO.ID – Provinsi Sulawesi Selatan merupakan daerah penyangga kebutuhan pangan nasional. Bukan hanya mengirimkan komiditi beras ke provinsi lain namun juga menyuplai komoditi cabai.
Sulsel menjadi sentra produksi cabai namun pengiriman keluar provinsi mengakibatkan permintaan tinggi sehingga harga cabai di pasar kembali melonjak.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Provinsi Sulsel Andi Muhammad Arsyad mengatakan kebijakan dikeluarkan oleh Badan Pangan Nasional atau (Bapanas) terkait fasilitasi distribusi pangan yang mengharuskan daerah-daerah yang menjadi sentra wajib mensuplai daerah defisit pangan.
“Ini salah satu kebijakan yang di ambil oleh Bapanas dalam bentuk fasilitasi distribusi pangan jadi daerah-daerah sentra itu bagaimana menyuplai daerah yang defisit, kita yang masuk daerah sentra yang saat ini lagi panen, tentu kebijakan ini dijalankan dalam rangka menjaga stabilisasi terutama daerah-daerah yang selama ini memang mengalami kekurangan,” kata Arsyad beberapa waktu lalu.
Meski demikian, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir terutama dengan kenaikan harga yang sedang terjadi, yang terpenting ialah ketersediaan.
“Kita tidak perlu khawatir tentang itu pada prinsipnya memang sekarang ini kita punya ketersediaan cabe ini tercukupi,” tukasnya.
“Kita sekarang kalau berbicara harga ya, berada di sekitaran 40-50 ribuan perkilo, sementara ditempat lain lebih daripada itu, nah jadi bapanas memastikan bahwa ini bagian daripada stabilisasi jadi bukan hanya komoditi ini (cabe) saja komoditi lainnya dilakukan seperti itu,” ulasnya.
Menurutnya harga cabai di Sulsel masih terbilang normal.
“Kalau kita lihat panel harga, kalau kita lihat rata-rata nya stabil, jadi sekali lagi kita tidak bisa mengukur kenaikan itu secara luas di daerah lain, tapi khusus untuk Sulsel rata-ratanya dikisaran yang menurut kita masih dalam kondisi wajar,” imbuhnya.
Lebih lanjut dari hasil pantauan harga di pasar terong, harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp 50 ribu-Rp 60 ribu per Kg, dan kenaikan sudah terjadi dalam dalam beberapa pekan terakhir.
Beberapa pedagang mengaku kenaikan disebabkan karena kondisi el-nino sehingga produksi berkurang dan juga ada dikirim ke luar daerah.
Salah seorang pedagang bernama Muliati menyatakan harga jual cabai merah rawit sudah mencapai Rp 50 ribu dan ini disebabkan karena pasokan kurang, serta pengaruh El-Nino.
“Kurang stok karena barang keluar daerah, pangaruh El-Nino ini juga, jadi harga naik,” ungkapnya.



