HAB Kemenag ke-80 di Bone Dongkrak Ekonomi Warga
Bone, Radioalmarkaz.co.id – Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Kabupaten Bone Rabu, (07/01) dengan Tema Hari Amal Bakti Umat Rukun dan sinergi, Indonesia Damai dan Maju.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid,
menyebut bahwa rangkaian HAB ke-80 tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga mengedepankan nilai sosial, kemanusiaan, dan kerukunan umat beragama.
“Peringatan HAB ini bukan hanya perayaan, tetapi momentum memperkuat pengabdian Kementerian Agama kepada masyarakat. Hadir 24 kabupaten/kota dengan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pendidikan, KUA, hingga lembaga keagamaan,” ujar Ali Yafid.
Ditempat yang sama Menteri Agama Prof. Nazaruddin Umar, menyampaikan kehadiran puluhan ribu peserta dari berbagai daerah menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat Bone. M<span;>embawa dampak ekonomi dan sosial yang besar bagi daerah tuan rumah.
“Bayangkan jika sekitar 50 ribu orang datang dari berbagai daerah dan masing-masing membelanjakan sekitar Rp500 ribu saja, maka perputaran uang bisa mencapai puluhan miliar rupiah. Ini berkah bagi Bone dan juga berkah bagi Kementerian Agama,” ujar Menteri Agama.
Ia menambahkan, pelaksanaan HAB yang berpindah-pindah kabupaten setiap tahun bertujuan memberi kesempatan kepada masyarakat daerah untuk lebih mengenal peran dan program Kementerian Agama secara langsung.
“80 tahun Kementerian Agama ini kita harapkan terus memberi pencerahan dan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Prof. Nazaruddin, juga menyoroti rangkaian kegiatan HAB ke-80, seperti Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) serta Gerak Jalan Kerukunan lintas agama.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi simbol kuat persatuan dan harmoni di tengah keberagaman.
“Dalam gerak jalan lintas agama, mereka begitu akrab satu sama lain, seakan lupa perbedaan. Ini wajah Indonesia yang rukun,” katanya.
Selain itu, HAB ke-80 juga dirangkaikan dengan penggalangan donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera, khususnya Aceh dan Sumatera Utara. Ali Yafid menyebut, secara nasional Kementerian Agama menyiapkan bantuan hingga sekitar Rp140 miliar.
“Dari Kanwil Kemenag Sulsel saja terkumpul sekitar Rp2,7 miliar. Ini baru satu provinsi. Jika seluruh provinsi dan kabupaten bergerak, tentu dampaknya sangat besar bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ungkapnya.
Ia menegaskan, solidaritas ini menunjukkan kuatnya kerukunan umat beragama di Indonesia. Berdasarkan survei terbaru, indeks kerukunan umat beragama saat ini menjadi yang tertinggi sejak Indonesia merdeka.
“Tahun 2025 indeks kerukunan mencapai 77 persen. Tahun 2026 ini kita targetkan naik lagi. Grafiknya terus meningkat dan mudah-mudahan bisa terus dipertahankan,” pungkas Nazaruddin.
Pelaksanaan HAB di Bone diisi dengan Jalan Santai Kerukunan, yang diikuti tokoh lintas agama (Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Khonghucu) serta tokoh adat, perempuan, pemuda, ASN Kemenag, dan masyarakat umum.
Sebanyak 80 balon diterbangkan sebagai simbol usia Kementerian Agama. Setelah itu, peserta bergerak mengelilingi rute yang telah disiapkan panitia.
Selain Jalan Sehat Kerukunan, Kemenag Sulsel menyelenggarakan sejumlah kegiatan dalam rangka HAB ke-80, antara lain: Donor darah serentak; Bakti sosial untuk fakir miskin, penyandang disabilitas, dan warga prasejahtera; Ziarah makam pahlawan; Penggalangan donasi untuk korban bencana Aceh dan Sumatra Barat; Zikir dan Doa Kebangsaan di Masjid Agung Bone; Raker dan Temu Lintas Agama di Ponpes Al-Ikhlas Ujung. (RB)



