Banner

Dorong Perempuan Berdaya, Save the Children Perkuat Perlindungan Anak di Sulsel

 Dorong Perempuan Berdaya, Save the Children Perkuat Perlindungan Anak di Sulsel
Banner
Banner

Makassar, Radioalmarkaz.co.id- Save the Children Indonesia menggelar Learning Event sebagai puncak program perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan di sektor kakao di Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Imperial Aryaduta Selasa, (31/03/2026), menjadi ruang berbagi pembelajaran dan praktik baik dari implementasi program di lima kabupaten, yakni Luwu Utara, Luwu Timur, Bone, Wajo, dan Soppeng.

Sejak tahun 2020, program ini dijalankan bersama berbagai mitra strategis seperti Mars Indonesia, GrowAsia, PISAgro, hingga dukungan GIZ dan Cargill.

Program ini menitikberatkan pada penguatan hak anak berbasis masyarakat serta pemberdayaan perempuan di wilayah penghasil kakao.

Salah satu pendekatan utama yang digunakan adalah metode VSLA (Voluntary Saving and Loan Association), yakni kelompok simpan pinjam yang dikelola perempuan.

Melalui metode ini, perempuan didorong untuk menabung secara mandiri dan mengembangkan usaha ekonomi produktif.

Senior Director Advocacy, Campaign, Government Relations Save the Children Indonesia, Tata Sudrajat, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyampaikan pembelajaran kepada berbagai pihak.

“Kegiatan ini untuk berbagi pembelajaran bagaimana meningkatkan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di masyarakat kakao,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan perempuan tidak hanya penting dalam rumah tangga, tetapi juga dalam pembangunan desa dan peningkatan ekonomi keluarga.

Di sisi perlindungan anak, program ini telah membentuk 110 kelompok Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat atau PATBM di 110 desa.

Sebanyak 12 kelompok di antaranya telah memiliki payung hukum melalui peraturan desa, sementara 71 kelompok lainnya telah direplikasi di berbagai wilayah.

Sementara itu, pada sektor ekonomi, tercatat sebanyak 423 kelompok VSLA telah terbentuk di lima kabupaten dengan total simpanan mencapai lebih dari Rp15 miliar serta didukung lebih dari 100 kelompok usaha mikro.

Senior Manager Agriculture Save the Children Indonesia, Ihwana Mustafa, menyebut kegiatan ini juga bertujuan mendorong replikasi program.

“Model yang sudah berjalan ini diharapkan bisa menjadi inspirasi dan diterapkan di wilayah lain agar dampaknya semakin luas,” jelasnya.

Peserta kegiatan berasal dari unsur pemerintah daerah, dinas terkait, akademisi, organisasi masyarakat, media, hingga perwakilan donor.

Ke depan, keberlanjutan program diharapkan dapat dilanjutkan oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait, PKK, serta pemerintah desa, khususnya dalam pembinaan PATBM dan penguatan pengasuhan anak.

Melalui kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kakao yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga ramah terhadap perempuan dan anak. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *