Banner

27, 4 Persen Angka Stunting Di Sulsel DP3A DALDUK KB Sulsel, Susun Rencana Aksi

Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini DP3A-DALDUK KB menggelar Rapat Koordinasi Tim percepatan penurunan Stunting atau TPPS di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Rabu, 24/08/22.

Rapat Koordinasi (Rakor) tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Abdul Hayat Gani dan Kepala Dinas DP3A Sulsel Andi Mirna.

Dalam Rakor yang di gelar, Andi Mirna memaparkan Status atau perkembangan Stunting di Sulsel yang berada diangka 27,4 persen.

Secara Nasional Angka tersebut dinilai masih sangat tinggi, atau masih jauh dari target nasional yang berada diangka 14 persen.

“Jadi dalam rapat koordinasi ini kita akan menyusun rencana aksi yang akan kita lakukan khususnya dalam penurunan angka Stunting, karena di Sulsel ini masih sangat tinggi diangka 27,4% dari yang diharapkan secara nasional yaitu 14%. Walaupun di Nasional saat ini masih tinggi diangka 24,4%, tapi kita di provinsi Sulsel itu direncana aksi ini ditahun 2022 mudah-mudahan bisa turun ke 23% kemudian di tahun 2023 turun menjadi 20% dan di tahun 2024 sudah turun di angka 17% jadi sudah mendekati rata-rata nasional,” ujar Andi Mirna

Lebih lanjut Andi mirna mengatakan tingginya angka stunting di Sulsel dikarenakan kurang masifnya sosialisasi dan tingginya angka pernikahan anak dibawah umur yang rentan melahirkan anak Stunting.

“Tidak ada sebenarnya yang sulit cuman sebenarnya menyampaikan dan sosialisasi nya ke setiap desa yang mungkin belum masif kemudian karena masih sangat tingginya angka Perkawinan anak di Sulsel rata-rata yang melahirkan anak Stunting, itu belum bisa sebenarnya melahirkan belum siap reproduksinya,” terang Andi Mirna

Selain itu, Andi Mirna menambahkan strategi kedepan dalam Menekan angka Stunting khususnya di sulsel adalah TPPS disetiap daerah perlu meningkatkan monitoring secara berkala serta pendekatan ke masyarakat juga perlu ditingkatkan dengan melibatkan perangkat desa ataupun kelurahan dalam memberikan edukasi terkait pencegahan Stunting.

Strategi disulsel tim Stunting paling tidak harus melakukan monitoring evaluasi secara berkala yang dilakukan teman-teman di kabupaten.
Kemudian dalam rencana aksi pendekatan masyarakat seperti majelis taklim yang saat ini bersentuhan langsung ke masyarakat dapat memberi pemahaman khususnya mencegah terjadinya perkawinan anak, tutupnya.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *