Dibantu LAZ Hadji Kalla, Usaha Pesantren Ummul Qurra Kendari Tumbuh Berkelanjutan
KENDARI, Radioalmarkaz.co.id– Upaya membangun kemandirian ekonomi terus dilakukan Pondok Pesantren Ummul Qurra Kendari, Sulawesi Tenggara. Dari usaha yang awalnya hanya berupa kios kecil, pesantren kini telah memiliki sejumlah unit usaha dengan omzet yang mencapai sekitar Rp24 juta per bulan.
Perkembangan tersebut salah satunya didorong bantuan modal usaha dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla yang diterima pesantren pada 2024.
Sebelum mendapatkan dukungan tersebut, usaha pesantren masih berjalan dalam skala terbatas dengan omzet sekitar Rp7 juta per
bulan. Bantuan modal kemudian dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha hingga menjadi minimarket yang melayani kebutuhan para santri dan lingkungan pondok.
Seiring berjalannya usaha, omzet minimarket bersama sejumlah unit usaha lainnya kini meningkat menjadi sekitar Rp24 juta per bulan.
Penanggung Jawab Usaha Pondok Pesantren Ummul Qurra Kendari, Sitti Syahlal, mengatakan perkembangan tersebut menjadi modal penting bagi pesantren untuk terus memperluas usaha.
“Alhamdulillah, minimarket yang kami jalankan berkembang sangat baik. Anak-anak santri sudah mulai berbelanja di minimarket yang kami bangun bersama. Bantuan modal usaha dari LAZ Hadji Kalla sangat membantu perkembangan usaha pondok,” ujarnya, Jumat (14/8/2026).
Menurut Sitti, keberadaan minimarket tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para santri, tetapi juga menjadi awal bagi pesantren untuk membangun sumber pendapatan yang lebih mandiri.
Dari usaha tersebut, pesantren kemudian mulai melakukan diversifikasi dengan membuka unit usaha lain.
Tidak lama setelah minimarket berkembang, pesantren membuka rumah makan sari laut. Selanjutnya, pada akhir 2024, Ummul Qurra mulai mengembangkan layanan aqiqah dan pangkalan gas.
Pengembangan usaha kembali dilakukan pada awal 2026 dengan membuka butik. Unit usaha tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan santri sekaligus melayani masyarakat di sekitar pesantren.
Dengan semakin beragamnya usaha yang dikelola, pesantren kini tidak hanya mengandalkan sumber pendanaan konvensional untuk menopang kebutuhan operasionalnya.
Program Spesialis Ekonomi LAZ Hadji Kalla, Andi Rifki, mengatakan pengembangan ekonomi pesantren merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis kelembagaan.
Menurutnya, pesantren memiliki potensi ekonomi yang cukup besar karena berada di tengah komunitas dengan kebutuhan yang beragam.
“Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendalaman ilmu agama, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan penghuni pesantren sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia berharap dukungan yang diberikan dapat menjadi pemicu bagi pesantren untuk terus mengembangkan unit usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Bagi LAZ Hadji Kalla, pengembangan usaha pesantren tidak hanya diukur dari pertumbuhan omzet, tetapi juga dari kemampuan lembaga tersebut mengelola usaha dan menciptakan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitarnya.
Sitti menambahkan, perpaduan modal pesantren dengan dukungan LAZ Hadji Kalla menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan usaha Ummul Qurra.
Dari satu unit usaha yang awalnya sederhana, pesantren kini mulai membangun ekosistem usaha yang mencakup kebutuhan sehari-hari, makanan, layanan aqiqah, energi, hingga fesyen melalui butik.
“Bantuan tersebut menjadi embrio sekaligus semangat bagi kami untuk terus membangun usaha pondok yang mandiri,” katanya.
Pengembangan berbagai unit usaha tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pesantren dalam memenuhi kebutuhan operasional sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi yang lebih luas bagi santri dan masyarakat sekitar. (*)



