Bupati Sidrap Apresiasi Pelayanan Haji 2026, Sebut Jemaah Pulang Tanpa Keluhan
MAKASSAR,Radioalmarkaz.co.id- Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang dinilainya berjalan sangat baik, mulai dari pelayanan di Arab Saudi hingga proses pemulangan jemaah melalui Debarkasi Makassar.
Hal tersebut disampaikan Syaharuddin saat menyambut kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Sidrap yang tergabung dalam kloter pemulangan melalui Embarkasi-Debarkasi Makassar, Selasa (02/6/2026).
Menurutnya, pelayanan yang diterima jemaah tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Proses pelayanan tahun ini sangat berbeda dan sangat bagus. Baik saat pelaksanaan ibadah di Makkah, Madinah, maupun Jeddah. Tidak ada keluhan dari jemaah. Begitu tiba di Bandara Sultan Hasanuddin hingga masuk ke Asrama Haji Debarkasi Makassar, prosesnya cepat, tertib, dan berjalan lancar,” ujar Syaharuddin.
Ia juga menyampaikan bahwa satu jemaah yang mengalami gangguan kesehatan saat tiba di Makassar langsung mendapatkan penanganan medis.
“Begitu turun dari pesawat, jemaah yang sakit langsung ditangani petugas dan dibawa untuk observasi ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo karena faktor usia lanjut. Penanganannya sangat cepat,” katanya.
Selain itu, Syaharuddin mengungkapkan rasa syukur karena seluruh kursi dalam satu pesawat dan satu kloter diisi oleh jemaah asal Kabupaten Sidrap. Namun demikian, masih terdapat satu kloter lagi yang akan kembali ke tanah air dalam waktu dekat.
Tahun ini, jumlah jemaah haji asal Sidrap mencapai 786 orang. Menurutnya, angka tersebut meningkat berkat kebijakan baru pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah yang memberikan dampak positif terhadap distribusi kuota haji.
“Sidrap selama ini dikenal sebagai daerah dengan masa tunggu haji yang sangat panjang, bahkan pernah mencapai 49 tahun. Dengan kebijakan yang ada saat ini, masa tunggu sudah berkurang menjadi sekitar 26 tahun. Ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat,” ungkapnya.
Syaharuddin berharap kebijakan tersebut dapat terus berlanjut sehingga kuota haji Kabupaten Sidrap pada tahun 2027 dapat kembali meningkat.
Ia menilai tingginya minat masyarakat Sidrap untuk berhaji tidak terlepas dari meningkatnya kondisi ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Biasanya masyarakat yang memperoleh hasil panen langsung menyisihkan dananya untuk mendaftar haji. Antusiasme masyarakat sangat tinggi,” ujarnya.
Berdasarkan data yang diterimanya, hanya melalui salah satu bank daerah, yakni Bank Sulselbar, jumlah pendaftar haji asal Sidrap sejak Januari hingga Mei 2026 telah mencapai sekitar 1.600 orang. Angka tersebut belum termasuk pendaftar melalui bank-bank lain seperti BRI dan BSI.
“Artinya animo masyarakat Sidrap untuk berhaji sangat tinggi. Saat ini masih ada sekitar 10 ribu calon jemaah yang masuk daftar tunggu keberangkatan,” katanya.
Menurut Syaharuddin, meningkatnya produktivitas pertanian serta pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai sekitar 7,7 persen turut mendorong kemampuan masyarakat untuk mendaftar haji.
“Pertumbuhan ekonomi yang baik dan angka kemiskinan yang terus menurun membuat masyarakat semakin optimistis untuk menunaikan ibadah haji. Apalagi pelayanan yang diberikan sekarang sudah sangat baik,” tambahnya.
Sementara itu, sebelum kembali ke Kabupaten Sidrap, para jemaah terlebih dahulu singgah di kawasan Maros untuk menjalani tradisi penyambutan khas masyarakat Bugis-Sidrap.
Dalam tradisi tersebut, para jemaah akan mengenakan pakaian adat dan atribut khas sebagai bagian dari rasa syukur atas kepulangan mereka dari Tanah Suci sebelum bertemu dengan keluarga yang telah menanti di kampung halaman. (RB)



