Banner

Bulog Pastikan Stok Beras Sulsel Aman hingga Lebaran, Capai 586 Ribu Ton

 Bulog Pastikan Stok Beras Sulsel Aman hingga Lebaran, Capai 586 Ribu Ton
Banner
Banner

 

Makassar. Radioalmarkaz.co.id – Perum Bulog memastikan ketersediaan stok beras di Sulawesi Selatan dalam kondisi aman menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Selatan, Fahru Rozi menuturkan saat ini, stok beras yang dikuasai Bulog mencapai sekitar 586 ribu ton.

Jumlah tersebut dinilai sangat mencukupi, baik untuk kebutuhan rutin seperti penyaluran bantuan pangan maupun Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Jika hanya digunakan untuk kebutuhan rutin Bulog, stok tersebut diperkirakan dapat bertahan hingga 58 bulan atau sekitar lima tahun, tuturnya.

Kata Fahru RoziĀ  jika dihitung berdasarkan konsumsi masyarakat Sulawesi Selatan secara keseluruhan, dengan konsumsi beras per kapita sekitar 101 kilogram per tahun dan jumlah penduduk sekitar 9,5 juta jiwa, maka kebutuhan beras diperkirakan mencapai 80 ribu ton per bulan.

Lanjut, dengan perhitungan tersebut, stok yang ada masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar tujuh bulan ke depan.

Fahru Rozi, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan. Selain beras, Bulog juga memastikan stok minyak goreng dan gula dalam kondisi cukup untuk menghadapi Nataru.

Kondisi stok juga dinilai aman hingga Lebaran yang diperkirakan jatuh pada Maret 2026.

Ia menilai momen tersebut justru bertepatan dengan puncak panen musim di Sulawesi Selatan, yang biasanya berlangsung pada Februari hingga Mei. Sekitar 60 hingga 70 persen produksi beras Sulsel dihasilkan pada periode tersebut.

“Dari sisi harga, Bulog mencatat harga beras relatif stabil. Bahkan pada Oktober dan November, komoditas beras turut berkontribusi terhadap deflasi di Sulawesi Selatan dengan angka minus 0,7 persen. Hal ini menunjukkan peran beras cukup signifikan dalam pengendalian inflasi daerah.

Untuk menjaga stabilitas harga, kata Fahru Rozi, saya ditemui di kantornya, Rabu (17/12) Bulog menjalankan dua skema utama, yakni bantuan pangan dan SPHP. Bantuan pangan disalurkan kepada 589 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Sulawesi Selatan, masing-masing menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan alokasi.

Sementara itu, beras SPHP disalurkan melalui pasar tradisional, ritel modern, koperasi, gerakan pangan murah, hingga outlet BUMN. Harga jual dari gudang Bulog ditetapkan Rp11.000 per kilogram dan dijual ke konsumen maksimal Rp12.500 per kilogram, tutupnya. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *