Banner

Gerakan Pasar Murah Tekan Inflasi Jelang Nataru

 Gerakan Pasar Murah Tekan Inflasi Jelang Nataru
Banner
Banner
Gerakan Pasar Murah Tekan Inflasi Jelang Nataru

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Menindaklanjuti Surat Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Nomor 1839/TS.02.03/B.2/12/2023 tanggal 05 Desember 2023 terkait Hal Panen Cabai, Gerkan Pangan Murah (GPM) dan Kunjungan ke Pasar, maka Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Kabupaten/Kota akan melaksanakan Kegiatan Gerakan Pangan Murah Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN Nataru) Tahun 2023.

Sekertaris Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel Kemal Redindo mengatakan pelaksanaan kegiatan Panen Cabai dan Gerakan Pangan Murah sebagai bukti bahwa ketersediaan pangan Sulsel khususnya cabe dijamin aman hingga akhir tahun.

“Menjelang Nataru dengan penanganan inflasi dalam hal kenaikan harga, menjawab stok di Suslel itu aman, dalam artian stok cukup dalam pemenuhan kebutuhan untuk masyarakat,” kata Redindo, Rabu, 30/12/23.

Redindo menambahkan kegiatan ini dilakukan secara hybrid Bersama Kepala Badan Pangan Nasional RI dan secara online dengan beberapa Provinsi di Indonesia.

“Kami bersama Bulog, Bank Indonesia serta seluruh jajaran yang ada di Provinsi Sulsel ini mengadakan panen cabe bersama bapenas, dengan seluruh Provinsi secara online,” imbuhnya.

Redindo menyampaikan terjadi fluktuatif harga pangan jelang Nataru. Mengatasi hal tersebut pemerintah melakukan gerakan pangan murah.

Redindo menuturkan GPM berlangsung mulai tanggal 18 hingga 21 Desember, bertempat di Kecamatan Mariso, Tamalate Bontoala dan Rappocini Kota Makassar. Ini juga dilakuan serentak di 24 Kabupaten/Kota di Sulsel.

“GPM ini berlangsung sampai dengan Desember akhir itu serentak di 24 kabupaten kota, dari 72 titik yang ada,” paparnya.

Sebagai penyumbang inflasi, khusus di GPM ini sebanyak 80 ton komoditi cabe disalurkan, yang berasal dari Jeneponto dan Wajo.

“Hari ini di Sulsel ada dua gerakan yaitu pangan murah dengan dua kabupaten yang kami lakukan untuk panen cabe, ini cabe dari Jeneponto dan dari Wajo,” ulasnya.

“Dua kabupaten ini menghasilkan 80 ton yang hari ini siap membantu menekan angka inflasi di Indonesia,” sambung Redindo. (Shahibul Firdaus)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *