Banner

JK Prihatin, Mutu Pendidikan Sulsel Jauh Tertinggal dari Jawa dan Sumatera

 JK Prihatin, Mutu Pendidikan Sulsel Jauh Tertinggal dari Jawa dan Sumatera
Banner
Banner
JK Prihatin, Mutu Pendidikan Sulsel Jauh Tertinggal dari Jawa dan Sumatera

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID –
Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia M Jusuf Kalla (JK) menyoroti mutu pendidikan yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan.

Diketahui, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) merilis daftar Top 1000 Sekolah Tahun 2022 Berdasarkan Nilai UTBK. Ada 23.657 sekolah yang mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) 2022. Dari jumlah itu sekolah yang memenuhi kriteria LTMPT sebanyak 3.381 sekolah.

Dalam daftar 100 SMA, MA, dan SMK terbaik di Indonesia, MAN Insan Cendekia Serpong, Tangerang Selatan, Banten menempati peringkat 1. Nilai rata-rata nilai rata-rata UTBK sekolah itu mencapai 666,494.

Sementara di Sulsel sendiri tak satupun sekolah yang masuk Top 100 sekolah terbaik 2023.

Hal ini yang menjadi perhatian JK terkait mutu pendidikan Sulsel yang masih kalah jauh dengan Jawa dan Sumatera.

“Jumlah cukup, (tapi) mutunya yang kurang, jadi mutu pendidikan harus di tingkatkan, jadi itu mulai dari kepala sekolah, guru dan budaya belajar murid, itu harus karena dari 100 SMA kita belum masuk berarti kita ketinggalan dari daerah lain,” kata JK saat menyampaikan Ceramah Umum di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Rabu, 20 Desember 2023.

Diwaktu yang berbeda Kabid Pembinaan SMA Disdik Sulsel Harpansa mengatakan peningkatan mutu pendidikan Sulsel tengah berjalan salah satunya digitalisasi sekolah, Disdik punya program Smart School.

Mekanisme program ini dengan merekrut pengajar telaten yang bakal mengajar sekali hingga dua kali seminggu, dengan proses belajar-mengajar berpusat di studio Kantor Dinas Pendidikan Sulsel yang disiarkan langsung dan diikuti oleh seluruh SMA/SMK di Sulsel secara serentak.

“Jadi Smart School itu, kita mempunyai sistem pembelajaran jarak jauh dan kita melakukan perekrutan guru-guru hebat kurang lebih 80 guru. Dia ngajar di studio di kantor dan live di seluruh sekolah yang ada di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Harpansah menyampaikan Disdik juga memiliki program pengayaan soal skolastik bagi para siswa yang bakal bersiap menuju perguruan tinggi.

Secara konvensional, Disdik menyasar langsung ke sekolah-sekolah terpilih untuk melakukan pembimbingan langsung, bekerja sama dengan sebuah tempat bimbingan belajar sebagai pengajar dan panitia program tersebut.

“Ada juga sekolah yang punya inisiatif sendiri melakukan penguatan terkait skolastik, ada juga program kita Dinas Pendidikan Provinsi, yang menyasar siswa tertentu secara keseluruhan skolastik lewat Smart School,” tandasnya.
(Shaihul Firdaus)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *