Turunnya Angka Kemiskinan, Berbanding Terbalik Dengan Angka Pengganguran 11,28 Persen

MAKASSAR, RAZFM – Berdasarkan data BPS pada Maret 2023 untuk tingkat Kab/kota, angka kemiskinan terendah ialah Makassar dengan mencatatkan angka 4,58 persen dari total penduduk miskin 788,85 ribu orang.
Jumlah keseluruhan itu meningkat 6,5 ribu orang dibanding September 2022 dan meningkat 11,41 ribu orang dibanding Maret 2022.
“Persentase penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 8,70 persen, meningkat 0,04 persen poin terhadap September 2022 dan meningkat 0,07 persen poin terhadap Maret 2022,” kata Statistisi Madya BPS Sulsel, Suri Handayani di Gedung Keuangan Negara Makassar, Selasa, (15/8/2023) lalu.
Menanggapi angka kemiskinan Kota Makassar Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto, mengatakan bahwa turunannya angka kemiskinan di Kota Makassar berbanding terbalik dengan jumlah pengangguran di Kota Makassar yang mencapai 11,28 persen.
Menurutnya hal ini dipengaruhi oleh masyarakat luar kota yang masuk dan mendapat pekerjaan di Makassar. Namun setelah itu, membawa orang lain untuk ikut mengadu nasib di Kota Makassar.
“Kemiskinan menurun tapi pengangguran masih 2 digit. Walaupun dari angka 17 sekarang sisa 11 persen. Apa yang terjadi, rupanya pengangguran yang masuk di Makassar dapat pekerjaan dari miskin menjadi tidak miskin tapi setelah itu, dia panggil lagi orang lain masuk kota Makassar,” jelasnya usai meresmikan Jl Opu Daeng Risaju, Selasa (22/8/23).
Selain Makassar, Parepare juga menempati terendah ketiga yakni 5,41 Persen dan Sidenreng Rappang 5,11 Persen.
Kabupaten Pangkep mencatatkan jumlah penduduk miskin tertinggi dengan persentase 13,92 persen, disusul Kabupaten Jeneponto sebesar 13,73 persen dan Luwu Utara 13,22 persen.
Pada Maret tahun ini, Garis Kemiskinan tercatat sekira Rp 436.025,-/kapita/bulan.
Dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp325.418,- (74,63 persen). Lalu, Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp110.607,- (25,37 persen).
Pada bulan yang sama, rumah tangga miskin di Sulsel rerata memiliki 5,37 orang anggota rumah tangga. Artinya besar Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp 2.341.454,-/rumah tangga miskin/bulan.
Pada waktu yang sama, penduduk miskin perkotaan dan perdesaan sama-sama naik. Perkotaan mencatatkan sebanyak 3,7 ribu orang dibanding September 2022. Atau mencapai 211,48 ribu orang per Maret 2023.
Sedangkan, penduduk miskin perdesaan dari 574,51 ribu orang pada September 2022, menjadi 577,37 ribu orang per Maret 2023. (Ruby Sudikio)



