Mitigasi Lahirkan Bayi Stunting, BKKBN Sulsel Himbau Catin Gunakan Aplikasi Elsimil

MAKASSAR, RAZFM – Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) terus digencarkan oleh pemerintah untuk mencegah lahirnya bayi stunting.
Aplikasi yang dikembangkan oleh BKKBN ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini kesehatan pasangan calon pengantin dan untuk mitigasi risiko melahirkan bayi stunting.
Data kuesioner yang dimasukkan pasangan calon pengantin dalam aplikasi Elsimil adalah usia, status gizi, berat dan tinggi badan, ukuran lingkar lengan atas.
Kepala perwakilan BKKBN Sulsel, Shodiqin mengatakan penggunaan aplikasi ini diwajibkan oleh para calon pengantin (Catin) ketika mendaftar ke KUA.
“Aplikasi Elsimil memang sudah sejak tahun 2021 kemudian yang terakhir tahun 2023 kemarin bulan Maret April ada update terkait dengan aplikasi tersebut tapi alhamdulillah karena memang sudah bekerjasama dengan kementerian agama ada beberapa KUA yang musyawarah mewajibkan kepada calon pengantin harus semuanya itu mendownload aplikasi Elsimil,” ujar Shodiqin di Ruang Pola Kantor BKKBN Sulsel, Rabu, (02/08/23).
Ia mengatakan, pihaknya selalu memantau data dari KUA dan di Aplikasi Elsimil apakah jumlahnya sama.
“Aplikasi Elsimil yang sudah ditimbang antara pengantin yang sudah melaksanakan pernikahan di KUA dengan data yang ada di dashboard-nya aplikasi,” tukasnya.
“Aplikasi ini bisa didownload di HP bagi calon pengantin, Kami selalu evaluasi setiap perbulan kami ada program evaluasi bagaimana jumlah dibandingkan jumlah pengantin yang terdata di Kementerian Agama atau KUA, dengan aplikasi Elsimil sendiri,” lanjut Shodiqin.
Namun kata Shodiqin, dari data yang di pantau penggunaan aplikasi secara nasional masih terbilang rendah. Dia menyebutkan hal ini akan menjadi evaluasi bersama Kementerian Agama.
“Rata-rata secara nasional masih rendah, calon pengantin sadar untuk penggunaan aplikasi, tapi masih jadi PR kami bersama-sama semua bidang yang terkait agar nanti kita bisa bekerjasama mungkin memonitoring mengevaluasi bersama-sama dengan Kementerian Agama karena dengan dukungan dari Kementerian Agama dengan kebijakan dari Pemada masing-masing,” bebernya
Lebih jauh, sudah ada upaya yang sangat baik dari kabupaten Soppeng yang dapat menjadi strategi meningkatkan pengunaan aplikasi Elsimil bagi Catin.
Bentuk strategi itu ialah Catin terlebih dahulu akan diarahkan ke kepala desa dan juga ke Balai penyuluh, di sana akan diajari cara mendownload dan diberi edukasi ketika sudah menikah, hamil dan melahirkan itu agar tidak beresiko stunting.
“Kemarin kami ke kabupaten Soppeng disana kantor OPD ada pembenahan perempuan dan perlindungan anak di sana jadi calon pengantin itu harus mendapatkan calon pengantinnya itu ke kepala desa dan juga ke Balai penyuluh, di sana akan diajari cara mendownload dan sebagainya termasuk bagaimana strateginya nanti supaya kalau sudah menikah hamil dan melahirkan itu tidak beresiko stunting,” terangnya.
“Ini ada beberapa strategi yang sudah dilakukan sehingga tidak mungkin lolos di KUA kalau belum mendaftar dulu
dikelurahan atau di kantor Balai penyuluh,” tutupnya.



