39 Warga Sulsel Berhasil Di Evakuasi Dari Sudan

MAKASSAR, RAZFM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali menerima 13 Warga Negara Indonesia asal Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berhasil di evakuasi dari negara Sudan dimana jumlah total keseluruhan ada 39 warga yang merupakan pekerja dna Mahasiswa.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulsel Muhammad Firdha menyatakan dihadapan sejumlah media bahwa dari 39 Warga Sulsel tersebut/semua telah tiba dan kembali ke keluarganya masing-masing.
“Sekarang yang datang ini 13 semuanya Mahasiswa, informasi yang didapatkan sudah tidak ada warga Sulsel yang di Sudan, semua data yang kita pegang dari Kemenlu yang diverifikasi kementerian dalam negeri, jadi tidak ada data yang keluar selain dari kemenlu,” Kata Firdha Rabu, 03/04/23.
Ia mengatakan data warga Sulsel itu berdasarkan dari Kementerian Luar Negeri dan telah diverifikasi. Untuk saat ini sudah tidak ada warga Sulsel yang berada di Sudan.
“informasi yang didapatkan sudah tidak ada warga Sulsel yang di Sudan, semua data yang kita pegang dari Kemenlu yang diverifikasi kementerian dalam negeri, jadi tidak ada data yang keluar selain dari kemenlu,” tukasnya.
Terkait kelanjutan kuliah para mahasiswa asal Sulsel tersebut Firdha mengaku telah berkonsultasi dengan beberapa perguruan tinggi dan sementara akan dibahas mengenai regulasinya.
“Sesuai arahan Gubernur kami menawarkan bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah di Sulsel karena situasi di Sudan belum aman, jadi kita beri kebebasan apabila situasi disana masih susah provinsi siap Fasilitasi,” terangnya.
Firdha menyatakan harus melihat regulasi dan jurusan masing-masing dari para mahasiswa tersebut, serta kampus yang bersdia menerima.
“Rencana kita akan bertemu dengan Rektor UIN seperti apa regulasi kepindahan Mahasiswa dari Sudan,” imbuhnya.
Sementara itu salah satu mahasiswa Muhammad Randi Saputra 24 tahun asal Makassar mengaku proses evakuasi yang dilakukan dari Ibu Kota Khartoum, Sudan melalui jalur darat berjalan lancar yang dilakukan oleh tim evakkuasi dari TNI bersama relawan.
“Untuk titik evakuasi kami dikumpulkan di dekat rumah bersama teman indonesia lainnya, dengan menggunakan bus,” tukasnya.
Lokasi tempat tinggal Muhammad cukup dekat dengan zona perang, sehingga dentuman bom dan suara gencatan senjata santa jelas terdengar.
“Khusus di tempat tinggal kami cukup dekat mungkin sekitar 200 meter, betul-betul suara tembakan, Tank sangat terdengar,” ujarnya.
Muhammad sejauh ini masih menunggu kepastian kelanjutan pendidikannya dan sementara akan tetap tinggal di Makassar.
Diketahui sebanyak 949 WNI telah dievakuasi dari Sudan untuk dipulangkan ke Indonesia akibat konflik berkepanjangan.



