Politeknik Sorowako Kembangkan Pendidikan Vokasi Berstandar Industri
Sorowako, Radioalmarkaz.co.id – Politeknik Sorowako terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri. Didukung PT Vale Indonesia, kampus ini berhasil mencatat sekitar 85 persen lulusan memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah menyelesaikan pendidikan.
Direktur Politeknik Sorowako, Harjuma, S.S.T., M.T., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari sistem pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada praktik, penguatan kompetensi, serta kolaborasi erat dengan dunia industri.
“Setiap tahun kami juga melaksanakan campus hiring dengan menghadirkan berbagai perusahaan tambang dan industri untuk merekrut lulusan secara langsung,” kata Harjuma dalam kegiatan Upskilling dan Site Visit Media di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur.
Meski didukung PT Vale Indonesia, Harjuma menegaskan seluruh lulusan tetap mengikuti proses rekrutmen secara terbuka.
“Kalau PT Vale membuka lowongan, alumni kami tetap mengikuti proses seleksi dan bersaing dengan pelamar lainnya,” ujarnya.
Politeknik Sorowako sendiri merupakan lembaga pendidikan formal yang berdiri pada 1991 dengan nama Inco Sumitomo Technical Training Center (ISTTC) sebagai pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional PT Vale. Pada 1993 lembaga tersebut berubah menjadi Akademi Teknik Sorowako, sebelum resmi bertransformasi menjadi Politeknik Sorowako pada 20 Mei 2025.
Saat ini kampus tersebut mengelola tiga program studi, yakni Diploma III Perawatan dan Perbaikan Mesin, Diploma IV Rekayasa Perancangan Mekanik, serta Diploma IV Teknologi Rekayasa Pengelasan dan Fabrikasi, dengan total 408 mahasiswa aktif.
Menurut Harjuma, jumlah mahasiswa sengaja dibatasi agar seimbang dengan kapasitas laboratorium dan bengkel praktik.
“Sebagai sekolah vokasi, kami ingin memastikan setiap mahasiswa memperoleh pengalaman praktik yang maksimal. Karena itu jumlah mahasiswa disesuaikan dengan fasilitas yang tersedia,” jelasnya.
Berbeda dengan perguruan tinggi pada umumnya, proses penerimaan mahasiswa di Politeknik Sorowako dilakukan melalui empat tahapan, yakni seleksi administrasi dan tes teori, tes ketahanan fisik, wawancara, serta pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
Tes fisik dan kesehatan diterapkan karena mahasiswa menjalani pembelajaran praktik di bengkel dengan durasi yang cukup panjang, sementara wawancara dilakukan untuk memastikan calon mahasiswa memahami karakter pendidikan vokasi sebelum memilih program studi.
Setelah dinyatakan lulus, mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), pembinaan karakter, serta matrikulasi selama dua pekan untuk menyamakan kemampuan dasar mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan.
Saat ini sekitar 67 persen mahasiswa berasal dari Kabupaten Luwu Timur, sedangkan sisanya berasal dari berbagai daerah di Sulawesi hingga luar Pulau Sulawesi. Politeknik Sorowako juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan sebagai lokasi praktik kerja serta menggandeng sejumlah perguruan tinggi vokasi dalam pengembangan kurikulum dan peningkatan kompetensi dosen.
Dalam aspek pembiayaan, sekitar 95 persen operasional kampus masih ditopang PT Vale Indonesia, sementara kontribusi uang kuliah mahasiswa hanya sekitar lima persen.
Dukungan tersebut memungkinkan kampus terus meningkatkan fasilitas praktik, memperluas program beasiswa, serta menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan industri. (RB)
(



