Banner

Tangis dan Pelukan Warnai Kepulangan Jemaah Lansia Kloter 5 UPG

 Tangis dan Pelukan Warnai Kepulangan Jemaah Lansia Kloter 5 UPG
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalamrkaz.co.id -Tangis haru pecah di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar saat para jemaah lanjut usia Kloter 5 UPG kembali bertemu dengan keluarga mereka, Jumat (5/6/2026).

Setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci, para lansia itu akhirnya pulang dengan selamat dan disambut penuh sukacita oleh anak, cucu, serta kerabat yang telah menunggu sejak pagi.

Namun sebelum momen pertemuan itu terjadi, para lansia terlebih dahulu mendapatkan perhatian khusus dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar. Sejak turun dari bus hingga memasuki aula penerimaan, mereka didampingi dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Sebagian jemaah didorong menggunakan kursi roda, sementara yang lain dipapah perlahan menuju lokasi penerimaan. Bahkan ada petugas yang dengan telaten membantu memberikan makanan ringan kepada jemaah yang tampak kelelahan setelah perjalanan panjang dari Arab Saudi.

Kepala Bidang Layanan Lansia PPIH Debarkasi Makassar, H. Abd. Gaffar, mengatakan pelayanan terhadap jemaah lanjut usia tidak hanya dijalankan sebagai tugas, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua.

“Kalau melihat mereka, kita seperti melihat orang tua kita sendiri. Jadi melayaninya juga harus dengan hati,” ujarnya.

Menurut Abd. Gaffar, pendekatan yang humanis menjadi prinsip utama dalam pelayanan lansia. Karena itu, para petugas berupaya memastikan setiap jemaah mendapatkan pendampingan yang nyaman dan aman hingga bertemu kembali dengan keluarganya.

Salah seorang jemaah lansia yang merasakan langsung pelayanan tersebut adalah Hj. Mommo Lino Daeng Sempo, warga Bontonompo, Kabupaten Gowa. Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan pengalaman selama menunaikan ibadah haji.

Meski didampingi cucunya selama perjalanan, perhatian yang diberikan para petugas haji menjadi kenangan yang membekas di hatinya.

“Adaji juga cucuku yang dampingi. Tapi petugas juga nabantuka kasian. Baik sekali,” tuturnya sambil tersenyum.

Perempuan lansia itu mengungkapkan bahwa dirinya telah menunggu kesempatan berhaji sejak mendaftar pada tahun 2011. Keberangkatannya ke Tanah Suci terwujud berkat dukungan penuh dari anak-anaknya yang membiayai seluruh kebutuhan perjalanan ibadah.

Dengan suara bergetar, Hj. Mommo juga mengenang sosok anaknya yang telah wafat. Ia mengatakan perjalanan hajinya kali ini didampingi oleh sang cucu yang menggantikan peran ayahnya.

“Saya pergi didampingi cucu yang menggantikan bapaknya meninggal,” ucapnya lirih.

Kisah tersebut menjadi salah satu potret haru yang mewarnai kepulangan jemaah haji Kloter 5 UPG. Di balik pelaksanaan ibadah yang telah tuntas, tersimpan cerita tentang pengorbanan keluarga, bakti anak kepada orang tua, dan perhatian tulus dari para petugas yang melayani.

Pada kesempatan yang sama, jemaah Kloter 5 UPG secara resmi diserahkan oleh Kabid Dokumen PPIH Debarkasi Makassar, H. Aminuddin, kepada Pemerintah Kabupaten Gowa dan diterima langsung oleh Bupati Gowa, Hj. St. Husniah Talenrang.

Meski prosesi serah terima berlangsung khidmat, perhatian banyak orang tetap tertuju pada para lansia yang perlahan meninggalkan aula dengan kursi roda atau dipapah keluarga. Senyum, pelukan, dan air mata yang mengiringi kepulangan mereka menjadi penutup indah dari perjalanan spiritual yang panjang.

Bagi para jemaah lansia itu, kepulangan bukan sekadar akhir perjalanan haji. Ia adalah momen kembali ke rumah, kembali ke keluarga, dan kembali membawa doa-doa yang telah dipanjatkan di Tanah Suci. (*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *