Banner

Hilal Tak Terlihat di Makassar karena Awan Tebal

 Hilal Tak Terlihat di Makassar karena Awan Tebal
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan rukyatul hilal penentuan 1 Zulhijah 1447 Hijriah di Menara Iqra Universitas Muhammadiyah Makassar, Minggu (17/5).

Namun, hilal tidak berhasil terlihat akibat kondisi cuaca mendung dan tutupan awan tebal di langit Makassar.

Pemantauan dilakukan oleh tim rukyat bersama unsur BMKG, Pengadilan Agama, serta Badan Hisab Rukyat Sulsel sejak sore hingga menjelang malam.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, mengatakan secara astronomi posisi hilal sebenarnya telah memenuhi syarat imkanur rukyat yang ditetapkan pemerintah dan negara anggota MABIMS.

“Secara data astronomi, tinggi hilal sudah memenuhi kriteria. Elongasi juga berada di atas ketentuan minimum,” ujarnya.

Berdasarkan data BMKG Sulsel, tinggi hilal berada di angka 4,32 derajat, sementara hasil perhitungan Badan Hisab Rukyat Sulsel menunjukkan posisi 4,20 derajat dengan elongasi mencapai 6,4 derajat.

Meski peluang visibilitas cukup besar, cuaca di Makassar menjadi kendala utama proses pengamatan.

“Kota Makassar sejak sore tertutup awan tebal hingga batas akhir rukyat, sehingga hilal tidak berhasil terlihat,” kata Ali Yafid.

Ia menegaskan, hasil rukyat yang menyatakan hilal tidak terlihat telah diputuskan bersama Pengadilan Agama Makassar dan akan dilaporkan ke pemerintah pusat sebagai bahan sidang isbat penetapan 1 Zulhijah 1447 Hijriah.

Sementara itu, Rektor Unismuh Makassar, Abd. Rakhim Nanda, mengapresiasi kepercayaan Kementerian Agama yang kembali menjadikan observatorium kampusnya sebagai lokasi rukyatul hilal tingkat Sulawesi Selatan.

Menurutnya, observatorium Unismuh memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung proses pemantauan hilal secara maksimal.

Di sisi lain, Ketua Tim Kerja Geofisika BMKG Sulsel, R. Jamroni, menjelaskan bahwa secara umum posisi hilal di Indonesia sebenarnya telah memenuhi syarat visibilitas.

“Secara astronomi hilal positif terlihat di Indonesia, bahkan di wilayah Aceh mencapai sekitar 7 derajat. Namun di Sulawesi Selatan terkendala faktor cuaca,” jelasnya.

Pelaksanaan rukyatul hilal di Menara Iqra Unismuh Makassar pun berlangsung khidmat dan menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah, akademisi, ulama, dan lembaga sains dalam mendukung penetapan kalender hijriah nasional. (*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *