Jend. M Jusuf Teladan Bagi Generasi Muda

MAKASSAR, RAZFM – Yayasan Masjid Al Markaz Al Islami menggelar Sarasehan Peringatan Haul Ke-19 Jend. M. Jusuf Jumat, 08/09/23.
Sarasehan ini bertujuan agar lebih mengenal Jejak Ketokohan Jend. M Jusuf untuk generasi muda.
Diketahui, Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf (1928-2004), dikenal sosok Jenderal yang religius, pelopor berdirinya Masjid Al-Markaz Al-Islami dan menjadi salah satu tokoh militer Indonesia yang sangat berpengaruh dalam sejarah kemiliteran Indonesia.
Beberapa tokoh nampak hadir dalam kegiatan Sarasehan, Pj Gubernur Sulsel diwakili oleh Asisten 1 Pemprov Sulsel, Andi Herry Iskandar, Agus Arifin Nu’mang, Aswar Hasan, Andi Sumangerukka, Prof Basri Hasanuddin, Totok Imam Santoso, Prof. Muammar Muhammad Bakry, Pahir Halim, dan Prof Idrus Paturusi
Ketua Yayasan Masjid Al-Markaz Al-Islami Prof. Basri Hasanuddin dalam sambutannya menceritakan sosok Jend. M Jusuf yang mempunyai karakter tegas, berperilaku sederhana, dan patut diteladani oleh masyarakat khususnya generasi muda.
“Sulit dilukiskan ya, beliau itu terlalu hebat dibandingkan dengan sosok pemimpin sekarang ini, beliau luar biasa, keteladanannya, ketegasannya, kesederhanaannya, cintanya kepada keluarga, prajurit sejati, hampir di segala sisi,” ungkap Prof Basri.
Menurutnya belum ada tokoh masyarakat di Sulsel yang menyamai ketokohan Jend. M Jusuf saat ini.
“Ya kita mesti pahami mereka dari rekam jejaknya, belum kita temukan orang yang sehebat beliau, karena Jend. M Yusuf itu segala aspek kita bisa teladani, bukan Jenderal kehormatan beliau itu, tapi Jenderal dari bawah bintang 4 nya itu lapangan,” tukasnya.
Sementara itu kerabat dekat Jend. M Jusuf, Andi Herry Iskandar mengatakan begitu banyak perilaku yang patut diteladani dari Jend. Yusuf salah satunya tentang kedisiplinan waktu.
“Beliau sangat disiplin oleh waktu utamanya waktu sholat, jadi selalu beliau itu menyempatkan sholat diawal waktu, kemanapun walaupun keluar negeri waktu tiba, langsung sholat,” tuturnya.
Herry mengaku senang bisa menemani dikala akhir hayat Jend. M Jusuf.
“Saya bersama beliau itu pada waktu sudah mau pensiun dan yang paling senang adalah waktu kami mendampingi beliau selama sakit, jadi cukup panjang (sakit) kami bahkan sempat ke jepang,” bebernya.
Ia sangat kagum melihat perilaku Jend. Jusuf yang selalu memerhatikan kesejahteraan orang terdekatnya.
“Berlaku sangat memerhatikan kesejahteraan anak buahnya,” ujar Herry.
Ditempat yang sama Pangdam XIV Hasanuddin Totok Imam Santoso yang menyempatkan hadir, merasa kagum mendengar karakter kepribadian Jend. Jusuf.
Tak hanya jadi teladan bagi prajurit TNI, namun juga disegala aspek karena Jend. M Jusuf tak hanya cerdas di bidang militer namun terlibat dalam pembangunan provinsi Sulawesi Selatan.
“Memotret Ketokohan Jenderal M. Jusuf Dalam Persfektif Kemiliteran, Birokrasi dan Tokoh Masyarakat,” imbuhnya.
Mayjen Totok pada kesempatan ini sangat mengapresiasi setinggi-tingginya sosok Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf yang merupakan prajurit sejati terbaik TNI yang mempunyai empat makna yaitu tentara rakyat, tentara pejuang, tentara profesional dan tentara nasional.
Ia juga membeberkan jika Jendral M. Jusuf adalah sosok Jenderal yang tidak mementingkan diri sendiri dan kelompoknya karena mempunyai jati diri sebagai Prajurit TNI yang baik dan ringan tangan membantu orang yang mengalami kesusahan.
“Jadi bagaimanapun Ia selalu mengecek bagaimana kondisi masyarakatnya bahkan anggota pun mendapat perlakuan yang sama, prajuritnya bahagia masyarakat juga bahagia. Ini dapat menginspirasi kita untuk menjadi teladan kepada Anak Buah”, Ungkapnya.
Bahkan dalam mengenang sosok Jenderal M. Jusuf, Mayjen Totok menyampaikan jika setiap prajurit baru yang menjadi warga Kodam XIV/Hasanuddin wajib melaksanakan ziarah ke makam Jendral M. Jusuf untuk berdoa dan sebagai bukti bahwa beliau menjadi andalan dan inspirasi kita prajurit TNI karena mempunyai karakter moral yang baik dengan jiwa militan yang tinggi serta taat pada agama sehingga menjadi panutan yang baik.



