Wamen Haji dan Umrah, Apresiasi Pelayanan Embarkasi Makassar, Delapan Jemaah Ditunda Berangkat
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Azhar Simanjuntak mengapresiasi kualitas pelayanan Embarkasi Makassar dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Hal ini disampaikan dalam kinjungan kerjaannya di Asrama Haji Sudiang Embarkasi Makassar Rabu(13/05) Menurutnya, Embarkasi Makassar menjadi salah satu embarkasi terbaik di Indonesia dan selama tiga tahun terakhir konsisten meraih predikat pelayanan terbaik.
“Embarkasi Makassar adalah salah satu embarkasi terbaik. Bahkan tiga tahun berturut-turut mendapat predikat pertama dalam pelayanan,” ujar Dahnil saat melakukan kunjungan di Embarkasi Makassar.
Ia mengatakan penyelenggaraan haji tahun ini yang untuk pertama kalinya langsung ditangani Kementerian Haji dan Umrah berjalan lebih baik dibanding sebelumnya. Hingga saat ini, kata dia, belum ditemukan persoalan krusial yang merugikan jemaah.
“Tidak ada lagi isu mahram tertukar, suami istri terpisah, ataupun tas yang terpisah. Semua berjalan jauh lebih baik,” katanya.
Selain pelayanan, pemerintah juga memperketat pemeriksaan kesehatan jemaah melalui skema istitha’ah kesehatan. Di Embarkasi Makassar, tercatat delapan calon jemaah haji ditunda keberangkatannya karena dinilai tidak layak terbang dan berisiko mengalami gangguan kesehatan saat menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Menurut langkah tersebut dilakukan demi melindungi keselamatan jemaah, terlebih Pemerintah Arab Saudi kini menerapkan aturan kesehatan yang lebih ketat.
Ia mengungkapkan jumlah jemaah wafat tahun ini juga mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu.
Hingga saat ini tercatat sekitar 24 jemaah meninggal dunia, sementara tahun lalu pada periode yang sama jumlahnya telah mencapai sekitar 50 orang.
“Kami berharap jumlah itu tidak terus bertambah, terutama saat memasuki fase puncak haji yang paling krusial,” ujarnya.
Dahni, turut mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik mengingat suhu di Arab Saudi saat ini mencapai 43 derajat Celsius. Ia menyebut kasus meninggal dunia justru banyak terjadi pada jemaah usia produktif yang terlalu memforsir tenaga.
“Yang meninggal sekarang justru banyak usia 40 sampai 50 tahun karena merasa kuat, lalu lupa mengontrol kondisi tubuh,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga terus memperketat pengawasan terhadap praktik haji non-prosedural. Hingga kini, sekitar 80 calon jemaah haji ilegal telah dicegah keberangkatannya, mayoritas melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Pemerintah meminta pihak kepolisian dan imigrasi menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam praktik penipuan haji menggunakan visa ilegal. (RB)



