Banner

Masuk Usia 42 Tahun, Sekolah Atirah Siap ‘Revolusi’ Kurikulum Adab dan AI

 Masuk Usia 42 Tahun, Sekolah Atirah Siap ‘Revolusi’ Kurikulum Adab dan AI
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id Sekolah Islam Atirah akan merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-42 dengan mengusung tema “Bersama Menginspirasi Bangsa”. Puncak perayaan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 April, sementara rangkaian kegiatan telah dimulai sehari sebelumnya.

Direktur Sekolah Islam Atirah, Syamril dalam keterangannya saat Konfrensi Pers di Sekolah Atirah Jalan Kajolalilodo Kamis, (23/04) menyampaikan terkait Tema tersebut dipilih sebagai refleksi dari semangat berbagi pengalaman dan pencapaian yang telah diraih oleh Atirah, agar dapat menjadi inspirasi bagi sekolah dan siswa lainnya.

“Tema ini berangkat dari semangat bagaimana apa yang sudah kami capai bisa menginspirasi sekolah lain, siswa lain, dan ikut memajukan lembaga lain,” ujar Syamril. Dalam peringatan tahun ini, Sekolah Islam Atirah menghadirkan program baru bertajuk Ask the Leader. Kegiatan ini akan menghadirkan dua narasumber, termasuk pimpinan Atirah dan tokoh pendidikan dari Bone, yang akan berbagi pengalaman serta kunci keberhasilan mereka.

Kata Syamril, konsep acara dikemas dalam bentuk talkshow interaktif yang melibatkan siswa sebagai audiens. Selain itu, kegiatan tersebut juga akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kalla, sehingga dapat menjangkau masyarakat luas.

Di usia ke-42, Atirah juga terus melakukan penguatan di sektor pendidikan, baik dari sisi kurikulum maupun pengembangan sumber daya manusia. Salah satu fokus utama adalah penguatan kurikulum adab melalui program KUBA (Kurikulum Adab Atirah).

“Kami melihat sekarang ini tantangan bukan hanya akademik, tetapi juga adab. Karena itu, kami siapkan kurikulum khusus yang akan mulai diterapkan tahun depan,” jelasnya.

Selain itu, Atirah juga tidak menutup diri terhadap perkembangan teknologi, khususnya dalam pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Sekolah ini bahkan menjalin kerja sama dengan Google untuk meningkatkan kapasitas tenaga pengajar.

Direncanakan, sebanyak 200 hingga 300 guru akan mengikuti pelatihan terkait pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran pada Mei mendatang.

Meski demikian, pihak sekolah menegaskan bahwa penggunaan AI harus tetap terarah dan tidak menggantikan proses berpikir siswa.

“AI ini peluang sekaligus tantangan. Kami ingin menjadikannya sebagai asisten dalam belajar, bukan sebagai ‘pilot’ yang menggantikan peran siswa dalam berpikir,” ujarnya.

Dengan berbagai inovasi tersebut, Atirah berharap dapat terus menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter dan memberikan inspirasi bagi dunia pendidikan di Indonesia. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *