60 Lapak di Makassar Dibongkar Sendiri, 500 Petugas Turun Tangan Bersihkan”
Makassar, Radioalmarkaz.co.id-Pemerintah Kota Makassar menurunkan ratusan personel gabungan untuk melakukan pembersihan sisa-sisa bongkaran lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Pandang, tepatnya di sekitar SMKN 4, Kamis (23/04).
Camat Bontoala Patahulla mengatakan kegiatan ini melibatkan sekitar 500 personel, termasuk dari Satpol PP Kota Makassar, Satpol PP Provinsi Sulawesi Selatan, serta unsur TNI-Polri. Selain itu, sebanyak 250 tenaga kebersihan dari lima kecamatan turut diterjunkan, didukung tiga unit alat berat dan puluhan armada truk pengangkut sampah.
“Menariknya, kegiatan tersebut diawali dengan penyambutan budaya berupa tari-tarian Ganrang Bulo, mencerminkan semangat kolaborasi dalam penataan kawasan.
Patahulla setempat menjelaskan bahwa kegiatan kali ini bukan lagi tahap penertiban, melainkan fokus pada pembersihan dan perapian sisa bongkaran yang sebelumnya telah dilakukan secara mandiri oleh para pemilik lapak.
“Jadi kegiatan hari ini bukan penertiban lagi, tetapi menyisir dan mengangkut sisa-sisa bongkaran yang sudah dibongkar sendiri oleh pemilik lapak. Kami hanya membantu merapikan yang tersisa,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, terdapat sekitar 60 lebih lapak aktif di lokasi tersebut. Namun, berkat sosialisasi yang intensif, para pedagang menunjukkan kesadaran tinggi dengan membongkar lapaknya tanpa paksaan.
“Kami sangat salut dan bangga karena kesadaran masyarakat untuk melakukan pembongkaran secara mandiri,” tambahnya.
Dari sisi kewenangan, lokasi tersebut merupakan area campuran antara aset Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yakni lingkungan sekolahdan aset Pemerintah Kota Makassar di luar kawasan sekolah.
Sementara itu, Asisten I bidang Pemerintah Kota Makassar, Irwan Bangsawan, ditempat yang sama menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penataan kota yang telah melalui tahapan sosialisasi dan pendekatan persuasif.
“Ini sudah melalui proses panjang, mulai dari teguran pertama hingga ketiga, lalu pendekatan secara humanis. Alhamdulillah masyarakat memahami dan membongkar sendiri,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa operasi ini melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, Kesbangpol, serta dukungan dari enam kecamatan terdekat, yakni Mamajang, Tamalate, Bontoala, Makassar, Ujung Tanah, dan Wajo.
Sebanyak 30 truk dikerahkan untuk mengangkut material bongkaran secara bertahap, termasuk membersihkan saluran drainase yang sebelumnya tertutup.
“Kalau skalanya besar, tentu kita turunkan tim gabungan. Tapi hari ini tidak sebesar sebelumnya karena sebagian besar sudah dibongkar. Kita fokus pada pembersihan dan pembenahan,” tambah Irwan.
Pemkot Makassar memastikan pendekatan humanis tetap menjadi prioritas dalam setiap penataan kawasan. Para pedagang juga telah didata oleh pemerintah sebagai bagian dari solusi jangka panjang.
Ke depan, pemerintah akan melanjutkan penataan di titik-titik lain di Kota Makassar dengan harapan kesadaran masyarakat terus meningkat.
“Ini untuk kebaikan Kota Makassar. Kami berharap wilayah lain bisa mengikuti langkah seperti ini,” pungkasnya. (RB)



