DP3A Makassar Ungkap Lonjakan Laporan Kekerasan, Kesadaran Masyarakat Dinilai Meningkat
Makassar,Radioalmarkaz.co.id- Lonjakan laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Makassar sepanjang 2025 menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Makassar. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat 676 laporan kasus hingga pertengahan Desember.
Kepala DP3A Makassar, drg. Ita Isdiana Anwar, mengatakan bahwa angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, peningkatan ini juga menunjukkan perubahan positif dalam keberanian korban dan masyarakat untuk melapor.
“Ini bukan berarti kita senang dengan angka yang naik, tapi ini menandakan kesadaran masyarakat sudah jauh lebih baik,” katanya.
Sebagian besar kasus yang ditangani melibatkan anak di bawah usia 18 tahun. DP3A memastikan setiap laporan ditangani secara komprehensif, mulai dari pendampingan psikologis, hukum, hingga penyediaan rumah aman bagi korban yang terancam keselamatannya.
Untuk memperkuat pencegahan,
Pemerintah Kota Makassar telah membentuk Shelter Warga di tingkat kelurahan. Dari total 153 kelurahan, saat ini 103 shelter telah aktif dan berfungsi sebagai garda terdepan penanganan kasus di lingkungan masyarakat.
Selain itu, Makassar juga telah memiliki payung hukum yang kuat, termasuk Perda Perlindungan Anak dan Perda Kota Layak Anak. Selama tiga tahun berturut-turut, Makassar berhasil meraih predikat Kota Layak Anak kategori Nindya, dan kini menargetkan naik ke kategori Utama.
DP3A menegaskan bahwa upaya pencegahan kekerasan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak demi menciptakan kota yang aman bagi perempuan dan anak.(RB)



