Menuju Transparansi PD Parkir Hadirkan Pembayaran Parkir Digital
MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Pemerintah Kota Makassar melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Parkir Makassar resmi meluncurkan sistem pembayaran parkir berbasis digital menggunakan QRIS.
Inovasi ini menjadi langkah konkret menuju transparansi, efisiensi, serta peningkatan pelayanan publik di sektor perparkiran.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa digitalisasi parkir adalah jawaban atas persoalan-persoalan klasik yang selama ini terjadi, baik yang diperbincangkan di masyarakat, media sosial, maupun ruang publik lainnya. Menurutnya, sistem parkir manual dan konvensional telah menimbulkan ketidakteraturan serta membuka celah praktik pungutan liar.
“Kontrol terhadap sistem parkir selama ini sangat lemah karena semuanya masih dilakukan secara manual dan tunai. Dengan digitalisasi, semua transaksi tercatat otomatis, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Appi dalam sambutannya.Ia menambahkan, sistem baru ini tidak hanya memberi kepastian bagi pengguna parkir, tetapi juga menjamin pendapatan juru parkir serta kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Sering kita temui, baru singgah sebentar di ATM atau berhenti dua menit saja sudah ditarik biaya parkir. Dengan sistem digital, praktik seperti itu bisa diminimalisir. Hasil parkir juga langsung terdistribusi proporsional ke pemerintah dan jukir,” tegasnya.
Wali Kota Appi berharap, program ini dapat diperluas secara bertahap agar pelayanan publik semakin sederhana, transparan, dan efektif.
Ia juga meminta PD Parkir untuk menyiapkan rencana pembangunan gedung parkir atau building parking mengingat keterbatasan lahan di Kota Mak“Makassar sudah butuh building parking. Kalau ada gedung parkir, kendaraan tidak lagi menumpuk di bahu jalan, dan penataan kota bisa lebih tertib,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Direktur Utama PD Parkir, Adi Rashid Ali, menambahkan bahwa program digitalisasi akan dijalankan bertahap. Pihaknya menargetkan 50 persen titik parkir di Makassar sudah berbasis digital pada 2026.
“Tidak bisa sekaligus, tapi secara bertahap. Kami juga membentuk Satgas PD Parkir bersama TNI-Polri untuk memastikan implementasi digitalisasi berjalan sesuai aturan dan transparan di lapangan,” kata Adi.
Peluncuran program ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Makassar, perwakilan Bank Indonesia, mitra perbankan, dan sejumlah pimpinan SKPD Makassar.



