Banner

Bawaslu Sulsel Dorong Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu di Jeneponto

 Bawaslu Sulsel Dorong Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu di Jeneponto
Banner
Banner

Jeneponto, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Bawaslu Kabupaten Jeneponto bersama Komisi II DPR RI menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu di Valentine’s Hotel Jeneponto.

Kegiatan ini dihadiri 76 peserta dari berbagai unsur, seperti Forkopimda, partai politik, tokoh masyarakat, organisasi kemahasiswaan, hingga media dan NGO.

Anggota Bawaslu Sulsel, Alamsyah, menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan sebagai bagian dari evaluasi pemilu. Ia menyebut kegiatan ini menjadi wadah menyerap aspirasi masyarakat demi perbaikan sistem pengawasan pemilu.

Sementara itu, Tenaga Ahli Bawaslu RI, Dayanto, menekankan bahwa kesiapan tahapan pemilu menjadi kunci suksesnya pemilu yang berkualitas. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam proses evaluasi dan perumusan aturan pemilu ke depan.

Dalam arahannya, Dayanto menjelaskan bahwa penguatan kelembagaan dan evaluasi menjadi langkah penting agar pemilu tidak hanya berjalan sesuai prosedur, tetapi juga dapat menghadirkan hasil yang berintegritas.

“ Persiapan tahapan pemilu yang baik dapat menghasilkan pelaksanaan pemilu yang baik. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan dan evaluasi menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Pada kegiatan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu yang digelar Bawaslu Kabupaten Jeneponto bersama Komisi II DPR RI, di Valentine’s Hotel Jeneponto, Senin (25/8/2025).

Ia menambahkan, keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam forum evaluasi seperti ini memiliki peran strategis untuk memperkaya masukan bagi Bawaslu, terutama dalam proses pembahasan peraturan pemilu ke depan.

“Kehadiran masyarakat, media, NGO, organisasi mahasiswa, ormas, tokoh agama, tokoh masyarakat, Forkopimda, hingga partai politik sebagai mitra adalah kunci. Kita sangat membutuhkan partisipasi masyarakat karena persiapan pra-pemilu dan tahapan pasca-pemilu sama pentingnya. Kami berharap peserta dapat memberikan masukan, sebab saat ini masih berlangsung pembahasan aturan pemilu ke depan,” jelasnya_ .

Pernyataan Dayanto ini sekaligus menegaskan bahwa Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pemilu yang lebih partisipatif, demokratis, dan berintegritas.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *