Banner

3 Tahun USAID MADANI Membangun Penguatan Isu Tematik Bersama Pemkot Makassar

 3 Tahun USAID MADANI Membangun Penguatan Isu Tematik Bersama Pemkot Makassar
Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Bappeda bersama USAID MADANI mengadakan Workshop Kolaborative 4 Kota Makassar dengan tema “Memperkuat Inisiatif dan Kerjasama Para Pihak Untuk Keberlanjutan Organisasi Masyarakat Sipil dan Pengembangan Replikasi Forum Pemuda Inklusi Kelurahan di Kota Makassar” di Baruga Anging, JI. H.I.A Saleh Dg. Tompo Mamiri, Senin, 11 September 2023.

Implementasi program USAID MADANI telah berjalan selama 4 tahun lebih, namun di Kota Makassar sendiri telah berlangsung selama 3 tahun lebih, sejak Desember 2019-September 2023.

Selama 3 tahun berproses, banyak perubahan yang telah terjadi dan dampak yang dihasilkan khususnya pada organisasi masyarakat sipil yang dalam hal ini mitra utama USAID MADANI yakni Institute of Community Justice (ICJ) dan 7 organisasi masyarakat sipil lainnya yang tergabung di dalam Forum Belajar Anak Melenial (Forum BARANI).

Field Coordinator Makassar USAID Madani, Salma Tadjang dalam sambutannya mengatakan tujuan dari kegiatan Workshop ini adalah menguatkan pemahaman stakeholders (pemeritah, OMS, Swasta/Filantropi) tentang hasil-hasil program MADANI dan dapat menindaklanjutinya baik terkait dengan OD maupun isu tematik sehigga dapat berkontribusi pad pembangunan Kota Makassar yang inklusif.

“Kemudian tujuannya juga mendeseminasikan capaian, hasil dan manfaat atas intervensi program MADANI baik terkait dengan peningkatan kinerja organsiasi ICJ sebagai mitra utama dan Forum BARANI maupun bagi pemerintah kota Makassar sebagai hasil inisiatif dan kebijakan pemerintah Kota Makassar,” kata Salma.

Salma menyampaikan, diharapkan peserta workshop dari berbagai lintas sektor mampu mengidentifikasi capai keluaran dan hasil, praktek baik dan perubahan (dampak) yang terjadi di Kota Makassar terkait dengan penguatan organisasi (OD), tematik dan lingkungan pendukung.

“Kami harap peserta mampu mengidentifikasi hal-hal yang belum optimal dan menentukan strategi berikutnya dengan melakukan kerjasama para pihak dan sesuai dengan peran masing-masing,” paparnya.

“Peserta mampu mengidentifikasi pembelajaran baik dan cara mengatasi tantangan, serta memahami peran masing-masing dalam keberlanjutan pendekatan program terkait OD, Kolaborasi tematik dan lingkungan pendukung ramah OMS,” lanjutnya.

Ia juga berharap agar peserta bisa menyepakati tindak lanjut dalam keberlanjutan program pasca MADANI.

“Program di bangun agar bisa terus berlanjut, karena program kami dari Madani yakni akan berakhir di bulan September ini,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kota Makassar A. Irwan Bangsawan menyebutkan selama kurang lebih 3 tahun ini USAID Madani mendampingi kota Makassar dalam berbagai program-program penyelenggaraan serta pemantapan, pelaksanaan, pelayanan pemerintah.

“Program USAID MADANI sudah menghasilkan proyeksi kegiatan yang sudah berjalan dengan baik, namun sayang programnya sudah berakhir akhir September ini,” imbuhnya.

Irwan menerangkan dukungan USAID MADANI dengan memberdayakan Organisasi Masyarkat Sioil (OMS) lokal mampu meningkatkan kapasitas organisasi dan memperluas jangkauan salah satu fokus kerjasama adalah meningkatkan kapasitas masyarakat sipil secara profesional, dan konsisten dalam hal tata kelola organisasi.

“Capaian tersebut cukup signifikan, OMS telah melakukan pengembangan keragaman sumber daya, pendanaan organisasi sehingga keberlanjutan makin besar,” ungkapnya.

Kata dia Pemerintah juga menegaskan bahwa peran OMS sangat diperlukan dalam mewujudkan pelayanan pemerintahan secara transparansi, keterbukaan efektifitas, akuntabilitas.

Lanjut Irwan semua perlu pemahaman bersama oleh seluruh stakeholder baik pemerintah, OMS, Swasta, tentang andil program USAID Madani yang telah berkontribusi dalam perencanaan pembangunan kota Makassar, khususnya dalam kepemudaan, salah satu implementasi nya adalah, pengembangan program pemuda inklusi kelurahan Sambung Jawa, dan Kel. Balang Baru.

“Dua kelurahan ini sebagai pilot project

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *