156 Camat Se-Sulsel Ikut KIE, Dalam Mendukung Percepatan Penurunan Stunting

MAKASSAR, RAZFM – Dalam rangka mendorong percepatan penurunan stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) percepatan penurunan stunting bagi Mitra dalam hal ini camat Se-Sulsel, di Phinisi Hall Claro Makassar, Jumat, 18/11/22.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari mulai 17-18 November, dan dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani.
Kegiatan KIE ini diikuti 156 camat di Sulsel untuk mendukung percepatan penurunan stunting yang merupakan program prioritas nasional.
Andi Ritamariani selaku kepala Perwakilan BKKBN Sulsel mengungkapkan sejatinya total Camat di Sulsel Sebayak 311 namun kegiatan KIE dibagi dua angkatan.
“Total ada 311 camat tapi kita bagi dua angkatan, InsyaAllah angkatan kedua akan diikuti sebanyak 155 camat,” imbuhnya.
Ia mengungkapakan ditahun 2024 penurunan stunting di Sulsel ditargetkan 14 persen.
“Pemerintah telah menetapkan bahwa stunting merupakan isu prioritas nasional dalam RPJMN 2020-2024 dengan target diberikan 24,4 persen pada tahun 2021 dan inilah acuan kita yang akan kita turunkan menjadi 14 persen ditahun 2024,” ujarnya.
“Dalam upaya pencapaian target telah ditetapkan sasaran dan strategi nasional melalui peraturan presiden no 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stuntin dan Kepala BKKBN diberikan mandat oleh presiden sebagai ketua pelaksana penurunan stunting tingkat nasional,” sambungnya.
Ritamariani mengatakan pemberian KIE terkait stunting kepada para camat perlu dilakukan karena perannya sebagai leading terdepan yang berinteraksi langsung ke masyarakat.
“Tujuan kegiatan ini untuk memperkuat komitmen dan sinergitas mitra dalam hal ini camat dalam upaya percepatan penurunan stunting secara efektif, konfergensi, dan terintegrasi,” pungkas Ritamariani.
“Disemua tingkatan harus bekerja khususnya saat tingkat kecamatan sehingga dari kami BKKBN melihat betapa pentingnya para camat untuk betul- betul memahami dan berkontribusi dalam penurunan stunting maka kegiatan ini sangat penting kita lakukan,” lanjut Ritamariani.
Materi yang diberikan kepada para peserta KIE ialah penguatan peran camat sebagai ketua TPPS di tingkat kecamatan, Penguatan TPPS kecamatan, evaluasi percepatan penurunan stanting, mekanisme dan strategi penurunan stunting.
Sementara itu Sekda Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani mengungkapakan keberhasilan program prioritas penurunan stunting biasa terwujud dengan peran para camat untuk mendapatkan data akurat masyarakat yang mengalami stunting.
“Saya kira KIE stunting kepada Camat ini perlu karena isu kesehatan ini masuk kedalam Porgram prioritas nasional pemerintah,” ujarnya.
Dirinya menyebutkan komitmen kuat seluruh pihak terkait untuk mengembangkan gagasan inovasi demi tercapainya penurunan stunting di tahun 2024.
“Tidak ada kekuatan tanpa kesatuan dan persatuan, maka kita gunakan segala daya serta tenaga inovasi, gagasan dan ide untuk mewujudkan 14 persen penurunan stunting itu,” jelasnya.
Diharapkan edukasi mengenai stunting kepada para camat akan membantu percepatan penurunan stunting disulsel yang ditargetkan ditahun 2024 turun diangka 14 persen.



