1000 UMKM Mendapatkan Sertifikasi Merek

MAKASSAR, RAZFM – Provinsi Sulawesi Selatan akan memperingati hari jadi ke 353 tahun 2022 dengan tema “Sulsel Optimis, Sulsel Tangguh, Ekonomi Berdaulat” dengan harapan umkm sulawesi selatan tetap optimis serta tangguh dalam menghadapi berbagai kendala dan krisis sehingga dapat bertahan dan lebih meningkatkan kualitas dalam memberikan kontribusi positif bagi perekonomian sulawesi selatan.
Perkembangan sektor UMKM dan Ekonomi Syariah Sulawesi Selatanmengalami peningkatan cukup signifikan seiring dengan pemulihan ekonomi yang terus berlanjut dan sejalan dengan kebijakan pemerintah sulawesi selatan terhadap pengembangan sektor umkm berbasis syariah.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, tujuan dari kegiatan ini, untuk memberikan akses kemudahan informasi kepada para pelaku usaha dalam pendampingan sertifikasi halal, serifikasi merek, pendampingan NIB, pendampingan kemasan produk.
“Tentu saja tujuan dari kegiatan ini yaitu bisa Pendampingan konsultasi pembiayaan syariah, dan konsultasi inovasi produk, memberikan pemahaman untuk mengembangkan Sektor UMKM dan Ekonomi Syariah di Sulawesi Selatan, dan membangkitkan UMKM berbasis syariah masuk kedalam ekosistem digital.
para pelaku umkm lebih memahami model pengelolaan keuangan syariah yang lebih
modern, ” tutur Andi Sudirman.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan, Sukarniaty Kondolele menuturkan Kegiatan Halal Fest ini guna menjaring ide dan masukan pengembangan kemitraan baik melalui lembaga keuangan syariah, perbankan syariah,maupun koperasi syariah bagi ukm dalam pengembangan usahanya.
“Hall Fest Ini penting apalagi untuk mengatasi krisis inflasi dll. Jadi peran UMKM itu penting agar UMKM tetap seatle dan tangguh sehingga kami mengadakan kegiatan ini yang dirangkaikan dengan Hari Jadi Sulsel, ” ungkapnya.
Berapa UMKM Mendapat Fasilitas Pengurusan Sertifikasi?
1000 UMKM yang mendapatkan fasilitasi sertifikasi dan hari ini 500 UMKM menerima Sertifikasi secara simbolis, disamping itu, ada sertifikasi merek. Hal ini penting dan upaya kita biar produk kita tidak diklaim oleh negara lain ataupun provinsi lain.
Lanjut Sukarniaty, Sertifikasi ini difasilitasi oleh pemprov Sulsel melalui Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel. Pemberian ini diberikan secara cuma -cuma atau gratis, kepada umkm itu sebagai bentuk upaya dari pemerintah bagaimana umkm ini tetap hidup, berjaya dan seatle, bertahan dalam berbagai kondisi. Apalagi, pasca pandemi kemarin kami lihat di belakang (booth) sana ada produk yang sudah masuk pasar ekspor. Ada yang sudah di ekspor ke jeddah, malaysia luar biasa.
“Cuma yang memang perlu kita lakukan adalah bagaimana supaya kemasannya dengan berkualitas sesuai standart konsumen. Apalagi standarisasi suatu negara itu berbeda beda.
Kendala UMKM memperoleh Sertifikat?
Sukarniaty menambahkan, Kendalanya pangsa pasar, yang paling utamanya. Sekarang umkm punya produk tapi mereka bingung how to sell it. Bagaimana dia harus pasarkan ini barang-barangnya. Untuk mencapai target pasar yang diinginkan, banyak hal yang harus diperhatikan, seperti NIB khususnya.
Semua UMKM itu harusnya punya NIB. Karena kalau tidak punya akan susah mendapatkan bantuan keuangan, dana bergulir dan bantuan dari Kemmenterian Koperasi, “tutupnya. (RB)



