Banner

YHK : Pendampingan Akidah dan Ekonomi, Kekuatan Program Kampung Muallaf

Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Perusahaan Kalla terus membawa misi ditengah masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Yayasan Hadji Kalla dibentuk dan konsisten terutama yang berada di Indonesia Timur menjadi fokus utama tanggung jawab sosial.

Pengembangan Komunitas Islam, hingga sekarang ini yang dikembangkan Yayasan Hadji Kalla bertujuan meningkatkan kualitas keislaman masyarakat melalui pembinaan.

Salman Febriyansyah selaku Program Manager Islamic Care Yayasan Hadji Kalla, menceritakan awal berdirinya program ini, melihat disekitar kita bahwa saat ini belum ada lembaga yang konsen dan fokus terkait pendampingan mualaf. Sebenarnya ada beberapa mesjid dan tempat lainnya mengislamkan seseorang, tapi tidak berlanjut ke proses pendampingan akidahnya secara intens.

“Yayasan Hadji Kalla mengambil andil dalam pendampingan akidahnya. Masyarakat gampang goyang keyakinan agamanya, dan mereka bisa kembali keagama sebelumnya. Belajar dari pengalaman itulah kami terus melakukan pendampingan, akidah juga ekonominya, sebab kita tahu banyak mualaf yang bermasalah dengan ekonomi mereka, jadi pendampingan yang kami lakukan bukan hanya pengetahuan agamanya tapi juga ekonominya, “ujar Salman.

Program yang berjalan sejak tahun kemarin ini telah mendamping 120 orang dari enam lokasi di dua Kab/ Kota, yaknin Makassar dan Kab Luwu Timur.

Tak luput dari tantangan yang di alami, Yayasan Hadji Kalla pada Program Islamic Care, Salman menambahkan, Tantangan yang dihadapi ketika berada di wilayah pedesaan, pertama lokasi, jarak antara tempat kegiatan dengan domisili mualaf itu beda-beda ada yang bahkan 2 kilometer, ada yang bahkan membutuhkan waktu 2 jam, nah itu yang menjadi kendala dan sulit mengumpulkan mereka, kendala kedua resistensi dari pemangku kebijakan setempat, dan banyak pertentangan, misalnya tidak boleh buat kegiatan, intinya dukungan yang masih kurang dan inilah salah satu tantangan yang cukup menentang dalam kegiatan

Dalam pendampingan ini, Yayasan Hadji Kalla membutuhkan waktu 1 sampai 2 tahun, untuk melakukan perubahan, karena kalau sekedar menanamkan ilmu saja terlihat simpel untuk merubah butuh 1 tahun sampai 2 tahun, kat Dia, saat di wawancara RAZ.

Harapan kami dari Yayasan Hadji Kalla, program kampung mualaf ini dapat terus berkelanjutan dan perlunya dukungan dari MUI dan stakeholder lainnya termasuk dengan media, agar informasi tersebar luas, “tutup Salman.
(RB)

*Kedepan seperti apa program ini pak, apakah akan menjangkau wilayah lainnya selain fokus di dua kabupaten kota tadi atau akan memperlebar lagi jangkauannya kedepan.

Kalau misalkan untuk jangkauan atau ke program tetap kami harus evaluasi dulu untuk tahun ini bagaimana capaiannya apakah berhasil, pertama dari segi input pelatihannya apakah berhasil, apakah ada peningkatan dari pengetahuan mualaf, kemudian dari segi kehadiran mereka apakah mereka antusias atau bagaimana, kemudian yang ketiga dari segi ekonominya apakah bisa menghasilkan sehingga sudah bisa minimal membantu sedikit ekonomi mualaf jadi tetap kami harus lakukan evaluasi dulu, kala kita sih maunya berlanjut karena itu tadi di awal tidak ada lembaga yang konsen full untuk melakukan pendampingan seperti itu.

  • Ada harapan pak Salman dengan program kampung mualaf ini dari yayasan Kalla sendiri.

Seputar harapan Sebenarnya banyak yah salah satunya itu mudah-mudahan program ini terus berjalan, kami harapkan juga ada dukungan dari istilahnya MUI dan stakeholder termasuk dengan media karena ini kan jarang media yang mau meliput karena itu tadi mungkin keterbatasan informasi atau mungkin ada aturan medianya.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *