UMKM Binaan DP3A Sulsel Ramaikan Bazar Gempita Ramadhan

MAKASSAR, RAZFM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus mendukung UMKM. salah satunya dengan menggelar Bazar Gempita Ramadhan di pelataran kantor Gubernur Sulsel.
Bazar Gempita Ramadhan itu berlangsung mulai dari 3-18 April di bulan Ramadhan.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan peserta Bazar itu berasal dari binaan UMKM Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB) Sulsel.
“Ini semua UKM binaan DP3A, yang dibina terus dibawa kesini,” ujar Andi Sudirman usai membuka kegiatan Bazar Senin 4/04/23.
Gubernur menjelaskan pemilik tenan merupakan Perempuan Kepala Keluarga atau PEKA.
“Memberikan kesempatan kepada ibu-ibu yang memiliki salah satunya adalah perempuan kepala keluarga atau yang singel perent,” tukasnya.
Lokasi Bazar berada di pelataran taman kantor Gubernur, sehingga para ASN tidak perlu keluar mencari menu buka puasa.
“Harapannya ASN juga tidak jauh-jauh belanja, karena sudah ada tempat untuk beli kue untuk buka puasa. Pulang dari kantor bisa langsung belanja,” jelasnya.
Kepala Dinas DP3A Dalduk KB Andi Mirna menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk pemenuhan hak ekonomi perempuan.
“Pertama peningkatan kualitas hidup dan pemenuhan hak ekonomi perempuan melalui penguatan produktifitas ekonomi perempuan, mendorong kebangkitan ekonomi pasca pandemi Covid 19 melalui pemberdayaan ekonomi perempuan dan kewirausahaan perempuan,” pungkasnya.
“Memperkuat perempuan dalam ikut berperan aktif dalam berbagai isu strategis pembangunan khususnya penurunan angka stunting dan kemisikinan ekstrim di Sulsel melalui produktifitas ekonomi perempuan,” lanjutnya.
Rencananya kegiatan Bazar ini akan rutin dilakukan setiap bulannya.
“Kegiatan ini mungkin akan menjadi kegiatan rutin di DP3A dalduk Sulsel, akan dilakasanakan setiap bulan pada Jumat Minggu pertama dan Jumat Minggu ketiga,” tuturnya.
Terdapat 50 tenan terdiri dari perempuan tangguh binaan DP3A dalduk Suslel khususnya perempuan kepala keluarga (Peka), perempuan penyintas kekerasan, kelompok UMKM perempuan.
“Tenan itu, dari usaha makanan rumahan, Frozen food, kerajinan, sembako 9 bahan pokok, dan beberapa penjual pakaian,” jelas Andi Mirna.
Selain UMKM DP3A Suslel juga menhadirkan tenan pusat pembelajaran keluarga (Puspaga) untuk konseling keluarga, maupun pengasuhan anak bagi ASN dalam bentuk pencegahan kekerasan perempuan dan anak, tertuma masalah perceraian.
Terdapat juga tenan boot unit UPT PPA provinsi Sulsel sebagai bentuk sosialisasi keberadaan UPT PPA dalam melayani, memberikan layanan bagi perempuan dan anak sebagai korban kekerasan.



