Banner

Tarhib Ramadhan Sekolah Islam Athirah Bone, Hidupkan Ramadhanmu, Ramadhankan Hidupmu

 Tarhib Ramadhan Sekolah Islam Athirah Bone, Hidupkan Ramadhanmu, Ramadhankan Hidupmu
Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – SMP-SMA Islam Athirah Bone menggelar Tahrib Ramadhan di Masjid Fatimah Kalla pada hari Senin, (20/3). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan karyawan tersebut menghadirkan Ust. Muhammad Jamil Ismail, Lc.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh salah satu siswa SMA Islam Athirah, Bone, Abdul Rahman. Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah III, Syamsul Bahri, S.Pd.,M.PdI.,Gr kemudian berkesempatan memberikan sambutan acara.

Pada kesempatan tersebut, pimpinan kelahiran Bone tersebut berpesan kepada seluruh peserta untuk fokus pada penyajian materi. Harapannya adalah dengan bekal ilmu sebelum memasuki bulan puasa, seluruh peserta dapat mengoptimalkan 30 hari Ramadhan menjadi Ramadhan terbaik.

“Mari kita fokus mengikuti kajian ini, rekan-rekan guru dan peserta, mari kita singkirkan semua yang dapat mengalihkan perhatian kita! saya harap tidak terdengar percakapan. Mari membangun budaya literasi yang baik. Bila ada yang berbicara, mari kita fokus, diam, dan mendengarkan agar ramadhan kita menjadi ramadhan yang terbaik,” Harap Magister alumnus IAIN Bone tersebut.

Kegiatan inti yang dibawakan oleh pemateri yang merupakan pimpinan pondok pesantren Ibnu Qoyyim Wahdah Islamiyah tersebut fokus pada upaya kita mempersiapkan diri jelang bulan suci Ramadhan.

Menurutnya, semua pahala ibadah di Ramadhan digandakan, sudah sepatutnya kita bergembira. kita butuh untuk mempersiapkan diri kita, dan harus diawali dengan motivasi karena Ramadhan ini adalah tamu spesial yang membawa kebaikan yang luar biasa, yang menjadikan orang-orang yang menyambutnya menjadi orang yang beruntung dengan gelar Muttaqin.

Selain itu, Alumnus STIBA Makassar tersebut mengingatkan agar jangan sampai kita benamkan diri kita pada ketaatan di bulan Ramadhan, namun setelahnya hilang tidak membekas.

Pada kesempatan tersebut, sosok kelahiran 41 tahun silam itu menyampaikan bahwa dalam mempersiapkan bulan suci Ramadhan kalau melihat konsep sahaba maka Ramadhan sudah disiapkan 6 bulan sebelumnya. 5 bulan setelahnya memperbanyak berdoa dan beristigfar sekiranya ramadhannya diterima Allah Swt.

“Ramadhan adalah momennya kita panen. bagaimana ramadhan menjadi memen kita menutupi kekurangan-kekurangan di 11 bulan sebelumnya.Ramadhan terdiri atas dua waktu besar, di siangnya kita berpuasa dan malamnya kita mengerjakan amalan-amalan sunnahnya.

Tetapi jangan sampai fokus di sunnah, tetapi abai pada ibadah wajibnya,” paparnyaKegiatan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi dua arah dengan pemateri terkait topik bahasan seputar ibadah di bulan suci Ramadhan. (*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *