Banner

Status PMK Melandai, Pemkot Makassar Tetap Tutup Lalulintas Hewan Ternak

Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM- Dinas Perikanan Dan Pertanian (DP2) Kota Makassar menggelar Rapat Koordinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kota Makassar, di Ruang Sipakale’bi, Kantor Wali kota Makassar, Senin, 05/09/22.

Rapat Tersebut di hadiri oleh Satuan Tugas (Satgas) PMK Kota Makassar yakni dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, dokter hewan, dan DP2.

Kepala Dinas perikanan Dan Pertanian (DP2) Evy Aprialti menyampaikan, kasus PMK di Kota Makassar sudah melandai, namun Tim satgas tetap turun memantau perkembangan hewan ternak masyarakat.

“Perkembangan PMK di Makassar Alhamdulillah sudah melandai di banding dengan kemarin akhir Juli yang meninggi. Gerakan kerja Tim kami, dari Satgas Tim Gerak Cepat (TGC) ini dampaknya terlihat mulai berkurang dari 215 tersisa 18 yang sakit,” paparnya.

Dari data yang dipaparkan di rapat tersebut, kasus PMK mulai dari 215 saat ini tersisa 18 yang masih dalam penanganan.

“sisa 18 yang sakit semoga nanti kita upayakan, dan Makassar masuk zona putih artinya lockdown itu bisa dibuka lagi, bagaimana dalam hal penjualan daging sapi atau daging ternak kembali normal sehingga Makassar bisa menjadi daerah percontohan terkhusus di Sulawesi Selatan,” sambung Evy.

Lebih lanjut Evy menjelaskan tantangan saat ini adalah masih adanya sebagian Masyarakat yang ternaknya masih di lepas liarkan dan enggan mau di vaksin, sehingga menyulitkan satgas.

“Masih adanya laporan bahwa, ada sebagian masyarakat yang belum mau di vaksin ternaknya dengan alasan ternaknya liar, itu merupakan tantangan kami bagaimana supaya ternak yang ada di kota Makassar harus Ter vaksin dan harus terobati supaya tidak ada lagi PMK dan bisa juga dibuka lockdownnya,” tuturnya.

Evy mengungkapakan, tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk mengevaluasi kerja TGC yang telah turun langsung kelapangan memantau kasus PMK.

“Maka dari itu kami rapat koordinasi dan evaluasi kerja kami yang sudah berapa bulan kami lakukan dan capaiannya memang sangat bagus, karena tim kami sistemnya bukan menunggu dari laporan masyarakat, tapi kita memang turun langsung kelapangan dan memasuki tempat-tempat, baik itu di Kecamatan maupun Kelurahan yang berada di pinggiran kota Makassar, melakukan pantauan vaksinasi ataupun pemberian obat,” tutupnya.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *