Banner

SSDI Dorong Pemerintah Buat Platform Digital Ramah Disabilitas

 SSDI Dorong Pemerintah Buat Platform Digital Ramah Disabilitas
Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika bekerja sama dengan Sahabat Sindroma Down Istimewa (SSDI) dan Bermakna Psychological Center, mengadakan seminar nasional bertema Mewujudkan Literasi Digital Yang Inklusif Dan Ramah Disabilitas.

Kegiatan ini di ikuti oleh 100 peserta dari berbagai komunitas Disabilitas di kota Makassar yang digelar di Aula SLB Negeri 1 Makassar, Minggu, 6 Agustus 2023.

Seminar ini di gelar sabagai tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia tentang pentingnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki talenta digital, maka Kementerian Komunikasi dan Informatika selain meningkatkan infrastruktur digital, juga melakukan program pengembangan sumber daya manusia talenta digital.

Founder SSDI Andi Nur Fitri Balasong mengatakan di era keterbukaan informasi yang begitu pesat ada banyak platform media atau aplikasi, namun kurang yang memerhatikan fitur kemudahan bagi orang Disabilitas.

“Artinya kan kita masih melihat ada konten-konten di media sosial yang ceritanya tidak memperhitungkan orang-orang disabilitas, jadi misalnya tadi ada pertanyaan podcast itu bagaimana bisa juga diakses oleh teman-teman tuli, itu bum bisa diakses oleh teman disabilitas tuli,” Kata Fitri.

Fitri menyampaikan perlu adanya platform atau aplikasi digital yang dibuat khusus untuk disabilitas. Maka dari itu melalui seminar ini SSDI sangat mendorong pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo untuk memulai mengembangkan itu.

“Jadi pekerjaannya masih panjang ya, karena seperti teman-teman tuli itu memang harus ada medianya sendiri, kemudian sekarang kalau teman-teman tuli itu mengandalkan aplikasi speak to text, jadi langsung bisa kelihatan, tetapi untuk sahabat netra harus ada screen reader karena mereka tidak bisa melihat jadi harus membaca screen jadi itu memang harus di respon oleh pihak terkait,” tukasnya.

“Kita bekerjasama dengan kementerian Kominfo, artinya ini menjadi rekomendasi bagi mereka untuk mengembangkan Aplikasi atau media yang ramah disabilitas atau yang memenuhi kebutuhan mereka,” lanjutnya.

Kata Fitri sudah ada beberapa media yang mudah atau ramah bagi Disabilitas, namun belum tersosialisasi dengan baik.

“Sudah ada tapi belum terlalu masif dan teman-teman disabilitas juga belum terlalu mengetahui, ada teman netra yang sudah ada podcast tapi mungkin aplikasi yang dibuat belum tersosialisasi dengan baik,” imbuhnya.

Kementerian Kominfo mesti fokus melakukan pendampingan kepada Disabilitas dalam mengakses media digital.

“Ini juga salah satu menjadi rekomendasi melalui forum ini bahwa kementrian itu sudah harus memikirkan bagaimana mendampingi teman-teman disabilitas dalam mengakses media digital,” tutur Fitri.

Selain itu kata Fitri, masih banyak ditemukan konten yang berbau diskriminasi terhadap Disabilitas, Mak perlu literasi dan penyadaran kepada masyarakat.

“Nah ini semua kan kerjaan kita untuk memberikan literasi penyadaran, tau, sadar, bagaimana menggunakan media digital di jaman sekarang yang ramah terhadap Disabilitas, jadi tidak menjadi konten lucu-lucuan,” bebernya.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan masyarakat difabel dan sistem pendukungnya dapat meningkatkan kemampuan digital untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki. (Shahibul Firdaus)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *