Siaga Musim Kemarau, Pemprov Sulsel Siapkan Cadangan Beras

MAKASSAR, RAZFM – Badan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan Musim Kemarau 2023 di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami Awal Musim Kemarau 2023 pada kisaran bulan April hingga Juni 2023.
Jika dibandingkan periode 1991-2020, Awal Musim Kemarau 2023 di sebagian besar daerah yaitu diprakirakan maju.
Puncak Musim Kemarau 2023 di sebagian besar wilayah diprakirakan terjadi pada bulan Juli dan Agustus 2023.
Melihat hal itu sektor pertanian menjadi perhatian penting mengingat saat musim kemarau produksi petani mengalami penurunan.
Demi memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi pemerintah provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan melakukan segala upaya untuk memastikan stok cadangan pangan.
Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejateraan Sulsel Ichsan Mustari mengatakan cadangan Beras jadi fokus utama pemerintah saat musim kemarau tiba.
“Perlu kita antisipasi adalah cuaca, makanya Bulog diminta untuk menyerap lebih banyak beras untuk cadangan, Bulan Juni ini perlu kita antisipasi,” tukasnya beberapa waktu lalu.
Dia menyebutkan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman agar memastikan cadangan beras tersedia.
“Kalau beras upaya kita lakukan sesuai instruksi gubernur menyampaikan agar sangat penting menyiapkan cadangan beras,” pungkasnya.
Upaya pemerintah provinsi kata Ichsan sudah bertemu dengan penggiling di Kabupaten Sidrap untuk memasok produksinya ke Bulog, tidak menjual keluar provinsi.
“Kita melakukan pertemuan bersama para penggiling beras di Sidrap. Hasilnya mereka sepakat beberapa ribu ton itu untuk dimasukkan ke Bulog,” bebernya.
Ichsan menambahkan jika suplai beras masuk ke Bulog maka harga beras di Sulsel bisa terkendali.
“Harga diluar yang mempengaruhi, tapi dengan dilakukannya cadangan beras oleh Bulog maka terkendali karena harganya terjangkau,” imbuhnya.
selain beras bahan pokok lainnya turut dipantau untuk menjamin ketersediaannya saat musim kemarau.
“Terkait komoditas lain seperti bawang merah, cabai ini kita lakukan kerjasama dengan antar daerah karena tentu yang kita pikirkan jika panen inikan biasanya persoalan baru muncul harga biasanya anjlok, dengan kerjasama daerah harga bisa terkendali,” ujar Ichsan. (SB)



