Perumda Pasar menyiapkan 20 los untuk 18 pedagang.
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Pemerintah Kota Makassar menyiapkan relokasi bagi pedagang kelapa muda yang selama ini berjualan di sekitar kawasan Benteng Fort Rotterdam dan kantor RRI, Kelurahan Bulo Gading, Kecamatan Ujung Pandang.
Relokasi dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan strategis kota dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan perlindungan terhadap mata pencaharian pedagang.
Direktur Operasional Perumda Pasar Makassar Raya, Rusli Patara, mengatakan seluruh pedagang yang terdampak akan difasilitasi untuk tetap menjalankan usahanya di lokasi baru yang telah disiapkan di Pasar Kampung Baru.
“Relokasi ini bukan untuk mematikan usaha pedagang, tetapi memberikan tempat berjualan yang lebih tertib, aman, dan memiliki kepastian hukum,” ujar Rusli usai sosialisasi relokasi, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, Perumda Pasar telah menyiapkan sekitar 20 los untuk menampung 18 pedagang kelapa muda yang akan direlokasi. Lokasi tersebut berada di bagian depan Pasar Kampung Baru dan dilengkapi fasilitas penunjang seperti tenda kerucut serta tempat penyimpanan kelapa yang tertata rapi.
Penataan kawasan dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar dan drainase sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan representatif sebagai kawasan wisata sejarah Kota Makassar.
Rusli optimistis relokasi tidak akan mengurangi potensi pendapatan pedagang karena lokasi baru masih berada di pusat kota dan dekat dengan Benteng Rotterdam maupun Pantai Losari. Bahkan, kawasan Pasar Kampung Baru akan dikembangkan menjadi sentra kuliner baru yang dapat menarik lebih banyak pengunjung.
“Kami sedang menyiapkan konsep pasar kuliner malam dengan penataan yang lebih baik, pencahayaan dekoratif, dan fasilitas pendukung lainnya. Ke depan, kawasan ini akan menjadi pusat kuliner baru di Kota Makassar,” katanya.
Sementara itu, Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, menjelaskan proses relokasi telah melalui tahapan sosialisasi dan komunikasi intensif dengan para pedagang selama hampir dua pekan.
Pemerintah juga telah memberikan surat peringatan kepada pedagang yang berjualan di atas trotoar maupun saluran drainase.
Menurut Nanin, Pasar Kampung Baru dipilih karena lokasinya strategis dan hanya berjarak sekitar 300 meter dari lokasi usaha para pedagang saat ini.
“Ke depan kawasan ini akan dikembangkan menjadi pusat kuliner sehingga peluang usaha para pedagang justru semakin terbuka,” ujarnya.
Ia menegaskan penataan tidak hanya dilakukan di kawasan Benteng Rotterdam, tetapi akan diterapkan secara bertahap di berbagai titik Kota Makassar yang memanfaatkan fasilitas umum dan fasilitas sosial secara tidak sesuai peruntukan.
“Ini bukan tebang pilih. Semua lokasi sudah terdata dan akan ditata secara bertahap berdasarkan prioritas, terutama yang berada di jalan protokol, berpotensi menyebabkan kemacetan, atau mengganggu fungsi drainase,” jelas Nanin.
Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang bersama Perumda Pasar Makassar Raya saat ini masih membuka ruang komunikasi dengan para pedagang untuk mempersiapkan proses perpindahan. Relokasi dijadwalkan mulai dilakukan pekan depan setelah seluruh tahapan administrasi dan penyiapan fasilitas rampung.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap penataan kawasan Benteng Rotterdam dapat berjalan dengan baik sekaligus menjaga keberlangsungan usaha masyarakat dan menciptakan kawasan kota yang lebih tertib, nyaman, dan menarik bagi wisatawan. (*)



