Pegiat Perdamaian, Kampanyekan United For Peace Lewat Lokalatih Perdamaian

MAKASAAR, RAZFM – Dalam mewujudkan suatu daerah yang damai serta bebas dari kekerasan, sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam jaringan perdamaian mengadakan Lokalatih Pegiat Perdamaian Kota Makassar dengan tema “Together For Peace”.
Pelatihan Lokalatih ini ditujukan untuk pegiat-pegiat perdamaian di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan secara umum, yang di gelar 03-04 Desember 2022 Di Nobel Convetion Center, ITB Nobel Indonesia.
Therry Alghifary selaku Komisioner Bagian Internal Forum Barani mengatakan tujuan ialah mengajak kepada pegiat perdamaian agar tetap maju menyuarakan anti kekerasan.
“Tujuannya itu kan pegiat-pegiat perdamaian orang-orang yang punya konsen dengan isu perdaiaman anti kekerasan tumbuh gitu dan kita juga syukurnya udah berjejaring lewat Forum Barani, Aliansi Perdamaian dan juga Jalin harmoni, yang bergerak di Kota Makassar dan selalu di setiap tahun kita bergabung di united for peace, lewat program kampanye bareng-bareng tentang perdamaian anti kekerasan,” ujar Therry.
Therry mengungkapakan bahwa banyak organisasi yang konsen terhadap isu perdamaian namun, banyak juga tantangan di tengah masyarakat yang harus dihadapi.
“Nah tapi juga kita sadari bahwa oh banyak tantangan-tantangannya syukurnya kuantitasnya banyak tapi kualitas gerakan masih ada PR-nya gitu, walaupun organisasinya banyak namun masih ada tantangan-tantangan bergerak didalam ini,” terang Therry.
“Dan selain itu juga perlu pemahaman lebih dalam tentang misi penguatan Perdamaian makanya jadinya makanya salah satu anggota forum Barani menyarankan bagaimana kalau umpamanya diadakan pelatihan tentang perdamaian,” sambung Therry.
Peserta Lokalatih diberikan materi penguatan Perdamaian serta tantangan yang dihadapi saat ini yakni kekerasan yang kerap terjadi.
“Kurang lebih ada 4, utamanya ya pertama dua hari ini penguatan gerakan perdamaian kemudian kita sharing tentang tantangan utama perdamaian itu kekerasan, mendeskripsikan kekerasan itu apa saja, kemudian uga sharing tentang gerakan anti kekerasan, beserta prinsip-prinsipnya,” terang Therry.
Therry menjelaskan selain itu, peserta juga diberikan materi mengenai penguatan kolaborasi dan kohesifness.
“Terus berikutnya kita ada materi tentang penguatan kolaborasi dan kohesifness, tapi materinya itu tidak dijelaskan, namun kita lakukan dengan experiensial learning jadi kita mengalami dulu betul-betul itu oh ternyata banyak faktanya memang ketika kita bermain dan bagian itulah yang kita refleksikan menjadi catatan-catatan perbaikan dan yang terakhir adalah velue and principal of peace yang juga kita bahas dalam konteks perdamaian,” jelasnya.
Therry mengatakan kegiatan Lokalatih ini merupakan salah satu rangkaian United For Peace 2022.
“Khusus United For Peace dari bulan September sampai akhir ini 17 Desember, ada tiga rangkaiannya hari perdamaian internasional, Hari toleransi internasional dan sekarang 16 hari nanti kekerasan terhadap perempuan,” tuturnya.
Kita sudah banyak melakukan kegiatan dari awal malam reflection, doa enam agama, peace and kultural night, webinar, workshop, panggung dongeng damai, konferensi Pemuda, ya kita cukup banyak rangkaian kegiatannya selama 3 bulan ini dan puncaknya hari ini tuh Lokalatih perdamaian dan dua minggu kedepan festival,” lanjutnya.
Lebih jauh Therry menjelaskan tantangan perdamaian yang ada di kota Makassar adalah masih banyaknya pemuda yang menyelesaikan masalah lewat kekerasan/perang antar kelompok.
“Kalau menurut saya utamanya itu kekerasan antar kelompok karena itu yang paling banyak terjadi di kampus, dimasyarakat, antar provinsi, rumah terjadi antar daerah. Terus yang kedua tantangannya adalah perilaku atau budaya masyarakat menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan,” ujarnya.
“Selain itu kekerasan di ruang pendidikan akhir-akhir ini meningkat kasus kekerasan seksual bukan meningkat sih mungkin dari dulu udah banyak namun baru terlihat datanya dan juga isu toleransi, diskriminasi, extremisme masih ada, aksi bom gereja Katedral Makassar di tahun 2021 lalu,” tutup Therry.



