Pasar Penghasil Sampah Organik terbanyak, 20 Ton per hari per titik.
Makassar, Radioalmarkaz.co.id- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar menegaskan akan mulai melakukan penindakan apabila masyarakat tidak menunjukkan perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, setelah periode panjang edukasi dan sosialisasi.
Peringatan tersebut disampaikan Kepala DLH Makassar, Helmy, saat memimpin kegiatan Jumat Bersih di Pasar Terong bersama Kecamatan Bontoala, Jumat (12/12). Kegiatan diikuti sekitar 400 peserta dari SKPD dan jajaran pemerintah kecamatan hingga kelurahan.
“Edukasi sudah kita lakukan, dan akan terus berjalan enam bulan hingga satu tahun ke depan. Namun jika masyarakat tetap tidak patuh, kita akan mulai menegakkan aturan,” tegas Helmy.
DLH menilai upaya sosialisasi harus dibarengi kesadaran masyarakat. Sebab tantangan terberat bersumber dari kebiasaan membuang sampah sembarangan dan tidak memisahkan sampah sejak dari rumah.
Di Pasar Terong, tim kebersihan turun langsung membersihkan area Jalan Sawi, Jalan Terong, hingga basement pasar yang disebut sebagai titik dengan kondisi paling memprihatinkan.
“Pasar merupakan penghasil sampah organik terbanyak, sekitar 10 sampai 20 ton per hari per titik. Tanpa pemilahan, sangat sulit melakukan pengolahan,” katanya.
Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Daur Bumi yang berlangsung hingga 14 Desember di Balai Manunggal, melibatkan semua SKPD dan Satgas.
Helmy menegaskan bahwa seluruh kegiatan kebersihan ini bermuara pada tujuan besar Pemkot Makassar, yakni Makassar Bebas Sampah 2029.
“Bebas sampah bukan berarti tidak ada sampah, tetapi sampah dipilah dan dikelola dulu sebelum dibuang ke TPA. Cara ini juga memperpanjang umur TPA dan meningkatkan kesejahteraan lewat industri persampahan,” jelasnya.
DLH menyebut bahwa perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat menjadi faktor kunci agar program kebersihan kota dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. (RB)



