Danny Apresiasi Pameran Walking Through A Songline, Di Gelar Di Kota Makassar

MAKASSAR, RAZFM – Konsulat-Jenderal Australia di Makassar bekerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar senang dapat menghadirkan pameran Walking Through A Songline ke Makassar.
Walking Through A Songline merupakan pameran yang dikemas dalam instalasi lampu pop-up di mana pengunjung dapat memperdalam pengetahuan kuno melalui penggunaan teknologi baru.
Walking Through A Songline, diproduksi oleh Museum Nasional Australia bekerja sama dengan Mosster Studio, dan merupakan bagian dari pameran yang telah diakui secara internasional Songlines: Tracking the Seven Sisters.
Songlines: Tracking the Seven Sisters adalah pameran yang dipimpin oleh Penduduk Asli Australia, yang dikembangkan sejak tahun 2017
dan bertujuan untuk membawa pengunjung dalam perjalanan menyusuri lagu?lagu Seven Sisters Dreaming, melalui seni, suara Penduduk Asli Australia, multimedia inovatif, dan pertunjukan imersif lainnya.
Konsul-Jenderal Australia Todd Dias mengatakan “Menghadirkan Pameran Walking Through A Songline yang diakui secara internasional ke Makassar menjadi satu kebanggaan karena adanya hubungan yang historis kedekatan sangat erat selama beberapa abad khususnya makassar dan orang penduduk asli Australia khususnya di sebelah Utara Australia.
“Kita semua harus merayakan dengan hubungan ini, Jadi jika ada kesempatan waktu datangkan pameran khususnya di makassar pasti saya ambil dan saya juga sangat berterima kasih kepada pemerintah kota Makassar pak Wali kota, Dinas Kebudayaan dan tentu saja museum kota Makassar ini dan harapan saya pameran internasional seperti ini setiap hari di Makassar supaya orang lokal (Makassar) bisa datang
kesini untuk menonton ya, kemudian nonton juga pameran lain di museum kota Makassar, ” Ungkap Todd.
Kata Todd, dalam pameran ini menampilkan kebudayaan orang Asia-australia yang disebut dreaming. Dreaming selama 60.000 tahun dan ini lisan, tidak ada informasi yang tertulis, semua ada di pidato atau lagu atau tari. jadi semua informasi yang diperlukan untuk hidup di suatu tempat dan contoh tempat gurun dan daerah gunung selalu disampaikan dari nenek moyang kepada anak-anak muda lewat song-lines.
Wali kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dalam sambutannya pagi tadi kamis, (14/09/2023) di museum kota mengungkapkan kegembiraan dan kebanggaannya saat pembukaan pameran Walking Through A Songline di Museum Kota Makassar ‘Mewakili pemerintah dan masyarakat kota Makassar, saya memberikan apresiasi kepada pemerintah Australia atas pameran Walking Through A Songline yang merupakan pameran seni digital imersif internasional pertama di Makassar.
“Saya kira yang pertama, kita ingin melihat kualitas para seniman Australia mentransformasi dalam bentuk karya karya digital seperti ini tentang mimpinya orang aborigin. tadi kalau kita lihat bagaimana antara sperma dan induk telur itu menjadi latar belakang awal kemudian dilihat bagaimana kesusahan orang yang hidup di gurun ya dengan disampaikan lewat garis-garis grafik yang keras.
Danny sapaan akrabnya, menuturkan pameran ini mengingatkan hubungan lama Penduduk Asli
Australia dengan masyarakat Sulawesi Selatan selama ratusan tahun.
“Australia dengan Makassar telah menjalin pertemanan kurang lebih 300 tahun, artinya memahami mimpi mimpi sahabat 300 tahun kita itu menjadi bagian kehormatan bagi kita sebagai sahabat, teman-teman first nationnya Australia. sehingga saya kira, kita harus membawa mimpi -mimpi kita ke Australia ya mimpi kita apa, kita kan pelaut, lewat phnisi kita ya seperti apa yang biasa kita sampaikan, kita punya mimpi
walaupun masih mimpinya Wali Kota, ya itu kita ingin menyambung lagi bagaimana perjalanan perjalanan long journey nya orang Makassar dulu dengan sejarah perjuangan hingga ke Australia.
Sekarang tugas kami, memperkuat lagi hubungan itu dan membuat generasi akan datang paham tentang hubungan itu dan kemudian akan bersambung pada sejarah yang tidak terbatas pada umur manusia tapi selama dunia ada, kira-kira seperti itu,” tutup Danny.
Dalam budaya penduduk asli Australia, Songlines, atau biasa juga disebut jalur Dreaming mengeksplorasi perjalanan leluhur Penduduk Asli Australia dalam memetakan rute perjalanan mereka saat melintasi daratan dan kedekatan mereka dengan tanah, tempat mencari makanan dan air, serta bagaimana mereka menciptakan berbagai macam hal dari alam.
Pameran Songlines: Tracking the Seven Sisters ini digelar sejak tanggal 14 September sampai
05 Oktober 2023, di museum kota Makassar.
(Ruby Sudikio)



