Makassar Jadi Tuan Rumah Rakerkonas APINDO, Rumuskan Solusi Hadapi Ketidakpastian Global
JAKARTA, Radioalmarkaz.co.id – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) akan menggelar Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) ke-35 di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 3–5 Agustus 2026. Forum ini menjadi ajang konsolidasi dunia usaha untuk merumuskan rekomendasi kebijakan dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, mengatakan dunia usaha saat ini menghadapi tekanan dari gejolak geopolitik, pelemahan perdagangan global, hingga tantangan struktural dalam negeri.
Kondisi tersebut tercermin dari turunnya PMI Manufaktur Indonesia menjadi 46,9 pada Juni 2026, melemahnya Indeks Kepercayaan Industri, serta tingginya biaya logistik nasional yang masih membebani daya saing pelaku usaha.
Menurut Shinta, dunia usaha membutuhkan kepastian kebijakan, penyelesaian hambatan berusaha secara menyeluruh, serta percepatan implementasi berbagai perjanjian perdagangan internasional seperti IEU-CEPA, ICA-CEPA, dan I-EAEU FTA guna memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing ekspor, serta memperkuat resiliensi ekonomi nasional.
Rakerkonas APINDO akan diikuti sekitar 1.000 peserta dari 36 provinsi dan 368 kabupaten/kota. Agenda selama tiga hari mencakup Business Investment Forum and Expo, pembahasan isu-isu strategis bersama para menteri, kepala daerah, duta besar negara sahabat, serta tokoh nasional.
Selain membahas tantangan ekonomi makro, forum ini juga akan mengevaluasi pelaksanaan tujuh program strategis APINDO selama setahun terakhir. Program tersebut meliputi advokasi kebijakan, agenda ketenagakerjaan, Task Force Debottlenecking Hambatan Berusaha, pemanfaatan perjanjian perdagangan internasional, APINDO Investment Unit, APINDO Family Business Network, hingga program pemberdayaan UMKM dan penanganan stunting.
Ketua DPP APINDO Sulawesi Selatan, Suhardi, mengatakan pemilihan Makassar sebagai tuan rumah menegaskan posisi kota ini sebagai gerbang perdagangan dan logistik Indonesia Timur. Kehadiran ratusan delegasi juga diproyeksikan memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, pariwisata, hingga UMKM lokal.
Rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakerkonas APINDO ke-35 nantinya akan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia sebagai masukan strategis dalam memperkuat arah kebijakan ekonomi nasional.
APINDO berharap forum ini menghasilkan langkah-langkah konkret yang mampu menjaga iklim investasi, meningkatkan daya saing dunia usaha, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, pekerja, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan. (*)



