PAD Rendah, Mendagri Soroti Lemahnya Peran Swasta Kabupaten dan Kota di Sulsel
MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Tito Karnavian menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur Sulawesi Selatan, wakil Gubernur, serta para bupati dan wali kota di Makassar, Kamis, 11/09/25.
Mendagri menekankan pentingnya kekompakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten kota melalui evaluasi rutin agar program pro rakyat bisa berjalan maksimal.
Ia menilai inflasi dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan relatif baik, namun masih ada pekerjaan rumah besar di sektor swasta.
Tito menyampaikan hanya dua daerah yang memaksimalkan perusahaan swasta yaitu Makassar dan Pare-Pare.
Daerah atau Kabupaten/Kota lainnya di minta untuk meningkatkan peran swasta agar mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Memang yang jadi sorotan saya adalah angka swasta terutama di luar kota Makassar dan Pare-Pare saya lihat PAD-nya relatif rendah,” kata Tito kepada awak media.
“Menunjukkan bahwa swastanya belum belum terlalu menjadi andalan. Itu saya minta ada upaya-upaya kepala daerah untuk menghidupkan swasta,” tambahnya.
Selain itu, Mendagri menekankan belanja pemerintah daerah harus tinggi agar uang beredar di masyarakat.
“Permudah perizinan, berikan insentif-insentif supaya UMKM, dunia swastanya bisa hidup, investasi bisa hidup. Kira-kira begitu. Kalau hidup otomatis pertumbuhan ekonominya akan baik, inflasinya baik, PAD juga akan bertambah,” sebutnya.
Tito menjelaskan belanja publik bukan hanya menjaga daya beli, tetapi juga mampu menstimulasi swasta agar lebih aktif berkontribusi.
Lebih lanjut ia melihat sejumlah daerah masih perlu meningkatkan pendapatan dan mempercepat realisasi belanja menjelang akhir tahun anggaran.
“Tingkat provinsi cukup bagus 61%. pendapatan belanja juga di atas 50%, artinya target pendapatan sudah bulan September ini di atas 60% cukup bagus. belanjanya tinggi berarti ada uang beredar di masyarakat,” terangnya.
Mendagri berharap langkah-langkah ini mampu menekan angka kemiskinan, mengurangi stunting, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah.
“Jadi target pendapatan tercapai, belanjanya juga harus tinggi supaya ekonominya berjalan dan itu otomatis akan mengurangi angka kemiskinan, mengurangi stunting dan lain-lain,” ujarnya.



