Banner

Otoritas Jasa Keuangan: Aset Keuangan Sulsel Capai Rp214 Triliun, Investor Pasar Modal Melonjak 31 Persen

 Otoritas Jasa Keuangan: Aset Keuangan Sulsel Capai Rp214 Triliun, Investor Pasar Modal Melonjak 31 Persen
Banner
Banner

Makassar,Radioalmarkaz.co.id- Sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan menunjukkan ketahanan yang solid sepanjang 2025. Di tengah dinamika ekonomi nasional dan global, total aset perbankan di daerah ini menembus Rp214,32 triliun atau tumbuh 5,33 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Capaian tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Sulsel yang mencapai 5,43 persen pada 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,02 persen.

Kondisi ini mencerminkan peran strategis sektor keuangan dalam menjaga stabilitas dan memperkuat daya tahan ekonomi daerah.

Intermediasi Terjaga, Kredit Produktif Bangkit

Dari sisi fungsi intermediasi, perbankan di Sulsel mencatat penyaluran kredit sebesar Rp172,92 triliun atau tumbuh 5,26 persen (yoy). Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan realisasi 2024 yang tercatat 4,23 persen.

Kredit produktif mengambil porsi 53,07 persen dari total pembiayaan dan mulai pulih dengan pertumbuhan 3,06 persen setelah sempat terkontraksi pada tahun sebelumnya. Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyerap kredit terbesar dengan kontribusi 22,19 persen.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 9,74 persen menjadi Rp146,61 triliun, didominasi tabungan yang menyumbang hampir 60 persen.

Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat di level 117,95 persen, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) terkendali di angka 3,65 persen.

Perbankan Syariah Tumbuh Signifikan
Kinerja impresif juga datang dari perbankan syariah. Total asetnya meningkat 22,38 persen menjadi Rp21,81 triliun. Penghimpunan DPK tumbuh 20,64 persen, sedangkan pembiayaan naik 23,69 persen menjadi Rp17,58 triliun.

Tingkat Financing to Deposit Ratio (FDR) berada di angka 119,94 persen dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) relatif rendah, yakni 1,72 persen. Hal ini menandakan kualitas pembiayaan syariah tetap terjaga meski ekspansi berlangsung agresif.

UMKM dan Fintech Jadi Penopang Baru
Dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga terus diperkuat. Total kredit UMKM mencapai Rp61,69 triliun atau 36,40 persen dari keseluruhan kredit. Sebanyak 907.439 debitur UMKM telah memperoleh akses pembiayaan.

Di sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), fintech peer-to-peer lending menjadi yang paling moncer dengan pertumbuhan 34,56 persen. Lembaga penjaminan tumbuh 36,64 persen dan modal ventura naik 7,97 persen. Namun, sektor asuransi mengalami kontraksi baik dari sisi premi maupun klaim.

Investor Pasar Modal Tembus 525 Ribu

Antusiasme masyarakat terhadap investasi semakin meningkat. Jumlah Single Investor Identification (SID) di Sulsel mencapai 525.596 investor atau melonjak 31,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Portofolio saham mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 40,46 persen dengan nilai transaksi sepanjang 2025 mencapai Rp39,90 triliun.

OJK menilai tren ini mencerminkan meningkatnya literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal.

Edukasi dan Perlindungan Konsumen Diperkuat

Memasuki awal 2026, OJK Sulselbar telah menggelar 19 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 288 ribu peserta dari berbagai kalangan. Selain itu, tercatat 179 layanan konsumen, termasuk 39 pengaduan serta ribuan permohonan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Untuk memperkuat basis data literasi dan inklusi, OJK bersama Badan Pusat Statistik dan Lembaga Penjamin Simpanan juga melaksanakan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) di seluruh kabupaten/kota di Sulsel dan sebagian wilayah Sulawesi Barat.

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan tetap adaptif terhadap berbagai tantangan global. (*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *