Banner

OJK dan Andi Yuliani Paris Dorong Warga Maros Bijak Mengelola Keuangan

 OJK dan Andi Yuliani Paris Dorong Warga Maros Bijak Mengelola Keuangan
Banner
Banner

MAROS, Radioalmarkaz.co.id– Masyarakat perlu memiliki pemahaman yang baik dalam mengelola keuangan agar mampu mengambil keputusan finansial secara tepat sekaligus terhindar dari berbagai risiko, seperti penipuan dan investasi ilegal.

Hal tersebut menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) bersama Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, melalui kegiatan edukasi keuangan di Kabupaten Maros, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya dalam memahami pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga serta memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara aman dan bertanggung jawab.

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan kemampuan mengelola keuangan merupakan kecakapan dasar yang penting dimiliki setiap individu maupun keluarga.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami cara mengatur pendapatan, membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas pengeluaran, hingga mempersiapkan kebutuhan keuangan untuk masa depan.

Di tengah semakin beragamnya produk dan layanan keuangan, masyarakat juga dituntut lebih cermat sebelum mengambil keputusan finansial.

“Yang ingin kita bangun bukan sekadar masyarakat yang mengenal produk dan layanan jasa keuangan, tetapi masyarakat yang mampu mengambil keputusan keuangan secara sadar dan bertanggung jawab. Masyarakat harus memahami kapan perlu menabung, kapan membutuhkan pembiayaan, bagaimana mengelola risiko, dan bagaimana memastikan bahwa setiap keputusan keuangan memberikan manfaat bagi masa depan,” ujar Muchlasin.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dalam memanfaatkan layanan keuangan digital. Kemudahan akses terhadap berbagai layanan harus diimbangi dengan kemampuan mengenali risiko, terutama penawaran investasi dan pinjaman yang menjanjikan keuntungan maupun kemudahan secara tidak wajar.

Muchlasin meminta masyarakat memastikan legalitas lembaga jasa keuangan sebelum menggunakan produk atau layanannya. Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kerahasiaan data pribadi, kode One-Time Password (OTP), serta informasi perbankan agar tidak disalahgunakan pihak lain.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, menilai literasi keuangan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang pekerjaan, pendidikan, maupun kondisi ekonomi.

Menurutnya, edukasi keuangan tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi sesaat, tetapi perlu dilaksanakan secara berkelanjutan agar pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan, pemahaman keuangan yang baik dapat membantu masyarakat mengelola penghasilan, menentukan pilihan produk dan layanan keuangan, serta memanfaatkan akses pembiayaan untuk kegiatan produktif.

Di sisi lain, literasi keuangan juga menjadi bekal penting agar masyarakat mampu mengenali dan menghindari praktik keuangan yang berpotensi merugikan.

Andi Yuliani Paris turut menekankan pentingnya kolaborasi antara OJK dan DPR RI dalam memperluas jangkauan program edukasi serta memastikan kebijakan penguatan sektor jasa keuangan dapat dirasakan masyarakat hingga ke daerah.

Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi, mulai dari pengenalan tugas dan fungsi OJK, produk dan layanan jasa keuangan, pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga, hingga cara mengenali serta menghindari investasi ilegal dan berbagai modus penipuan.

Masyarakat juga didorong memanfaatkan layanan jasa keuangan formal sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing.

Melalui edukasi ini, OJK Sulselbar bersama DPR RI berharap masyarakat Maros semakin cakap dalam mengelola keuangan, memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen, serta mampu memanfaatkan layanan keuangan untuk mendukung produktivitas dan kesejahteraan keluarga.(*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *