Majukan Ekonomi Syariah, Wapres RI Ma’ruf Amin Luncurkan Z-Mart UMI-Baznas

MAKASSAR, RAZFM – Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) KH. Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tepatnya di Universitas Muslim Indonesia, Makassar Sabtu 03/12/22.
Dalam Kunker tersebut dirangkaikan dengan peluncuran Z-Mart UMI- BAZNAS Sulsel dan juga Pengukuhan Pengurus Komite Daerah Ekonomi Dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Sulsel.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Muslim Indonesia Basri Modding, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Sekda Sulsel Abdul Hayat Gani, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Pangdam XIV Hasanuddin Totok Imam Santoso, Kapolda Sulsel Nana Sudjana, Ketua Baznas Muh. Khidry Alwi Causa Iman Karana, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan.
Rektor Universitas Muslim Indonesia Basri Modding mengatakan Wapres Ma’ruf Amin tengah mendorong pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
“Hari ini merupakan kegiatan Silaturahmi Sivitas UMI bersama Bapak Wakil Presiden dan beliau sangat konsen untuk mewujudkan ekonomi syariah di Sulsel. Hari ini Sulsel sudah di kukuhkan sebagai salah satu KDEKS,” ungkap Basri.
Basri menuturkan Selain pengukuhan pengurus KDEKS Sulsel, diperkenalkan juga Zakat Mart atau biasa disebut Z-Mart yang diluncurkan langsung oleh Wapres Ma’ruf Amin.
“Zakat Mart (Z-mart) itu merupakan toko berbasis syariah jadi semua dikelola secara syariah, ada pembagian hasil jadi tidak ada istilah keuntungan tapi ada bagi hasil. Ini salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi syariah,” ujarnya.
Sementara itu Wapres RI KH. Ma’ruf Amin menyampaikan Bentuk keseriusan pemerintah dalam mengembangkan ekonomi syariah dibuktikan dengan pembentukan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di tingkat Pusat dan KDEKS di tingkat provinsi anatar lain Riau, Sumatera Selatan, DI Jogjakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.
“Komitmen Pemerintah dalam memajukan ekonomi dan keuangan syariah juga membentuk di tingkat pusat Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan di tingkat daerah juga telah dibentuk,” Ujar Ma’ruf.
Ma’ruf menjelaskan ada empat pilar ekonomi dan keuangan syariah sudah berjalan di lajur yang tepat dan terus berkembang saat ini.
“Empat pilar tersebut adalah pengembangan industri halal, pengembangan industri keuangan, pengbangan dan sosial syariah, pengembangan usaha dan bisnis syariah serta menumbuhkan para usahawan syariah,” terangnya.
Ia pun mengapresiasi, dengan rencana konversi Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar ini menjadi Bank Syariah. Dirinya mendorong perbankan daerah untuk menjadi perbankan syariah
“Hari ini telah terbentuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulsel. Sekali lagi saya sebutkan terima kasih Sulselbar akan dikonversi menjadi Bank Sulselbar Syariah,” tuturnya.
Diharapkan, dengan dikonversi menjadi Bank Syariah, yang bersifat universal atau umum.
“Potensi ekonomi dan keuangan syariah di Sulsel, salah satunya dengan Bank Sulselbar yang akan dikonversi menjadi Bank Sulselbar Syariah,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Direktur Utama Bank Sulselbar, Yulis Suandi menyampaikan, bahwa proses Bank Sulselbar menjadi Bank Sulselbar Syariah sementara berproses.
“Alhamdulillah, bulan Juni 2022 lalu, kita telah melakukan RUPS Luar Biasa dengan para pemegang saham. Gubernur Sulsel dan Gubernur Sulbar beserta seluruh Bupati/Walikota, menyetujui rencana konversi ini,” tuturnya.
“Persiapan on progres. Kita sementara kerjasama konsultan untuk percepatan konversi. Semoga dengan dukungan dari bapak Wakil Presiden dan seluruh pemegang saham yang telah setuju dengan bertandagangan, menjadi penyemangat kami untuk bekerja lebih keras lagi. Ini akan menjadi bank Syariah Universal yang mengayomi semua serta berkearifan lokal,” pungkasnya.
Semangat ini juga karena dikomandoi oleh Bapak Presiden Joko Widodo sebagai Ketua KNEKS, Ketua Harian Bapak Wapres dan Sekretaris Menteri Keuangan.
Harapannya dengan melihat fenomena bahwa bank Syariah cenderung menjadi penyeimbang kovensional yang lebih berkembang di saat pandemi ini. Konvensional dan Syariah akan saling menopang dengan tetap mengedepankan aspek kearifan lokal serta mengakomodir seluruh anak Bangsa.



