Langkah Antisipasi! 60 Warga Dilatih Jadi Penolong Pertama Saat Bencana
Makassar, Radioalmarkaz.co.id- Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia menggelar apel pengukuhan dan simulasi uji SOP Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Tamalanrea, Senin (13/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Anjungan Tugu MNEK, Center Point of Indonesia ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, baik bencana alam maupun sosial.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufri, mengatakan bahwa kondisi darurat membutuhkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas pihak agar penanganan bencana berjalan efektif.
“Pembentukan Kampung Siaga Bencana bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, mengurangi risiko bencana, serta membangun kemandirian warga agar mampu melakukan pertolongan pertama secara mandiri,” ujarnya.
Program ini didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 615 Tahun 2025 serta Keputusan Wali Kota Makassar tentang pembentukan tim KSB Kecamatan Tamalanrea Tahun Anggaran 2026.
Sebanyak 60 peserta yang merupakan warga Kecamatan Tamalanrea dilibatkan sebagai tim KSB. Mereka berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari RT/RW, LPM, hingga tokoh masyarakat, yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan selama tiga hari dari Kementerian Sosial.
Selain pengukuhan, Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan logistik yang ditempatkan di lumbung sosial di wilayah tersebut. Bantuan ini disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat.
“Bantuan bukan berupa uang, tetapi logistik yang disiapkan di lumbung sosial. Jadi ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, sudah siap digunakan,” jelas Andi Bukti.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pembentukan KSB merupakan inisiatif untuk memastikan masyarakat memiliki standar mitigasi bencana yang jelas.
“Melalui KSB ini, masyarakat diharapkan memahami pola operasional saat terjadi bencana, termasuk posisi dan peran masing-masing, sehingga dapat meminimalisir korban,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini baru tiga kecamatan yang memiliki Kampung Siaga Bencana, yakni Biringkanaya, Manggala, dan Tamalanrea. Ke depan, program ini akan terus diperluas ke wilayah lain yang memiliki tingkat risiko bencana tinggi.
“Ke depan tentu akan kita tambah, melihat tingkat risiko di masing-masing wilayah,” ujarnya.
Munafri juga menekankan pentingnya kemampuan pertolongan pertama serta penanganan psikologis korban sebagai bagian dari kesiapan tim KSB.
Dengan adanya Kampung Siaga Bencana, Pemerintah Kota Makassar berharap masyarakat semakin tangguh, responsif, dan mandiri dalam menghadapi berbagai potensi bencana, sekaligus memperkuat sistem mitigasi berbasis komunitas di tingkat wilayah. (RB)



