Di Balik Pelabuhan Andal, Ada Program Rahasia TWG Pelindo
Makassar,Radioalmarkaz.co.id- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kompetensi teknis pekerja.
Upaya ini dilakukan lewat Program Internalisasi Budaya Perusahaan Together We Grow (TWG) yang diisi dengan kegiatan berbagi pengetahuan (sharing knowledge), Selasa (14/4/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema pemahaman sistem dan instalasi ketenagalistrikan pada bidang pembangkit, yang dinilai krusial dalam mendukung operasional pelabuhan yang andal dan berkelanjutan.
Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, menjelaskan bahwa program TWG menjadi salah satu strategi perusahaan dalam membangun kompetensi teknis sekaligus memperkuat budaya kerja kolaboratif di lingkungan internal.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan teknis, tetapi juga menjadi ruang bagi para pekerja untuk saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik di lapangan.
“Melalui program ini, kami ingin menciptakan budaya belajar yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat pemahaman pekerja terhadap sistem ketenagalistrikan yang menjadi bagian penting dalam operasional pelabuhan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sistem kelistrikan memiliki peran vital dalam menunjang berbagai aktivitas kepelabuhanan, sehingga pemahaman yang baik akan berdampak langsung pada keandalan layanan.
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menekankan pentingnya keselamatan kerja dalam pengelolaan instalasi kelistrikan. Dengan begitu, pekerja diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional dan sesuai standar operasional.
“Kami berharap kompetensi pekerja semakin meningkat, sehingga mampu memberikan kontribusi maksimal dalam mendukung layanan pelabuhan yang aman dan optimal bagi pengguna jasa,” tambah Rinto.
Program TWG sendiri merupakan bagian dari transformasi budaya perusahaan di Pelindo Regional 4 yang menitikberatkan pada kolaborasi, peningkatan kapasitas SDM, serta pengembangan berkelanjutan guna menghadapi tantangan industri kepelabuhanan ke depan. (*)



