Kunjungan SD Insan Tama Ternate ke Masjid Al-Markaz, Jadikan Ruang Belajar Nilai Keislaman
Makassar, Radioalmarkaz.co.id– SD Insan Tama Ternate Rabu (28/01) melakukan kunjungan edukatif ke Masjid Al-Markaz Al-Islam sebagai bagian dari penguatan karakter dan nilai keislaman bagi para siswa.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengonfirmasi serta memperkuat kebiasaan baik dan nilai kesalehan yang telah ditanamkan sejak kelas rendah.
Ibra Hamzah, Tim Media Sekolah SD Insan Tama Ternate menyampaikan tujuan kunjungan ke Masjid Al-Markaz, Jadi Ruang Belajar Tanamkan Nilai Keislaman
dan menanamkan pemahaman kepada siswa bahwa masjid merupakan tempat kembalinya seorang muslim setelah beraktivitas.
Ia menekankan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah mahdah seperti salat, tetapi juga sebagai pusat peradaban dan pengetahuan.
“Masjid adalah pusat aktivitas umat. Di dalamnya ada perpustakaan, radio, hingga menjadi pusat perekonomian masyarakat. Anak-anak perlu dikenalkan bahwa masjid merangkul seluruh aspek kehidupan, termasuk aktivitas keduniaan,” ujar Ibra.
Melalui kunjungan ini, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi muslim yang tangguh, memiliki bekal agama yang kuat, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan keterampilan hidup dan pengembangan potensi diri yang terus diasah.
Ibra menambahkan, SD Insan Tama Ternate mengusung moto Sekolah Para Juara, yang meyakini bahwa setiap anak memiliki kecerdasan dan potensi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sekolah berupaya memfasilitasi pengembangan karakter, intelektual, dan spiritual peserta didik secara seimbang.
Jumlah siswa yang ikut pada kunjungan tersebut sebanyak 13 dan didampingi 6 pendamping dari pihak sekolah, diantaranya Ketua Yayasan dan Kepala sekolah.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Yayasan Islamic Center, Arman Arfa, yang mengapresiasi kunjungan tersebut. Menurutnya, langkah SD Insan Tama Ternate menjadikan masjid sebagai basis kunjungan edukatif patut menjadi contoh bagi sekolah lainnya.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran SD Insan Tama Ternate, sebuah sekolah dasar swasta berbasis Islam terpadu, yang menjadikan masjid sebagai pusat pembelajaran. Apalagi kunjungannya juga dilakukan di area perpustakaan, sehingga anak-anak mendapatkan banyak wawasan,” ungkap Arman.
Ia mengaku terkesan dengan perkembangan para siswa yang dinilainya sangat apresiatif dan maju. Bahkan, para siswa menampilkan kegiatan yang memadukan penggunaan bahasa Arab, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia.
“Ini sangat menarik dan patut dijadikan contoh bagaimana potensi anak-anak kita bisa dimaksimalkan sejak dini untuk masa depan mereka,” tambahnya.
Kunjungan edukatif ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dan masjid sebagai pusat pembinaan umat, sekaligus membentuk generasi muda yang berakhlak, berpengetahuan, dan berdaya saing.



