DiButuhkan Komitmen Kuat Dari Kepala Daerah Wujudkan Kota Sehat

MAKASSAR, RAZFM – Mewujudkan kota sehat perlu komitmen dan visi yang kuat dari kepala daerah.
Hal itu diungkapkan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UNHAS, Prof. Sukri Palattur, SKM., M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D hadir sebagai narasumber di Talkshow Akademisi yang disiarkan di chanal Youtube RAZFM Makassar dengan membahas “Sudut Pandang Menuju Kota Sehat” pada Senin 4 September 2023.
Prof Sukri mengatakan defenisi kota sehat di Indonesia ialah kota yang bersih, aman, dan nyaman, dengan memerhatikan dua aspek yakni Sosial dan Lingkungan.
“Kalau di Indonesia kota sehat itu kota yang bersih, aman, nyaman tentu memang ini adalah syarat, tapi dalam konteks global kota sehat itu sebagai sebuah kota yang secara terus menerus meningkatkan kondisi lingkungan dan sosial dengan memanfaatkan potensi sumber daya tersebut,” sebutnya.
Prof Sukri menambahkan selain maslah lingkungan yakni sanitasi, sampah, air bersih, pemukiman, konsep kota sehat hadir juga dengan penyelesaian masalah sosial, seperti kriminalitas tinggi, narkoba, anak jalanan untuk menghadirkan kota yang indah dan aman.
Kata Prof Sukri Setiap negara memiliki tingkat kompleks masalah sosial dan lingkingan berbeda tetapi poin besarnya adalah melihat kedua aspek sosial dan lingkungan.
“Kalau kita lihat perkembangan kota sehat itu tahun 1986 di eropa tujuannya sebenernya adalah merespon masalah-masalah perkotaan yang berkaitan dengan aspek sosial dan lingkungan misalnya bagaimana polusi yang diakibatkan oleh industri, kendaraan, dan sebgainya,” papar Prof. Sukri.
“Setiap negara tingkat kompleks masalah sosial dan lingkingan itu berbeda tetapi poinnya adalah melihat kedua aspek itu,” sambungnya.
Komitmen kuat kepala daerah mesti kokoh, dalam menjaga tingkat predikat kota sehat disuatu daerah.
“Tapi setiap kali baeganti kepemimpinan distu terjadi perbedaan visi dan komitmen terkait kota sehat itu dan dampaknya tingkat kota sehat itu kemungkinan bisa menurun,” bebernya.
Selain itu kata Prof Sukri, Kolaborasi multipihak antara pemerintah, NGO, Media dan swasta sangat dibutuhkan. Determinannya tentu banyak karena kota sehat berbicara tentang lingkungan, sosial, kesehatan yang berada di suatu kota.
“Faktor penentunya itu banyak, bukan hanya sektor kesehatan, tapi istu ada dinas sosial, lingkungan, Agama, pendidikan, bahkan peran NGO, peran media itu perannya sangat penting yang memberikan edukasi kepada masyarakat secara cepat,” ujar Prof. Sukri.
“Jadi memang kota sehat tidak identik dengan Dinas kesehatan saja, yang memang di awal kita selalu mengatakan bahwa karena ini kota sehat maka ini tugas dinas kesehatan padahal tidak demikian,” sebut Prof. Sukri.



