Klinik Lab Pramita Ajak Masyarakat Stop Stigma Dan Diskriminasi Terhadap ODHA

MAKASSAR, RAZFM – Dalam rangka memperingati Hari AIDS sedunia Klinik Laboratorium Pramita mengundang Komunitas Peduli HIV/AIDS dalam kegiatan Sharing Session, di Jl. Hertasning Ruko Pena Mas Makassar Sabtu 24/12/22.
Kegiatan ini di gelar bertujuan untuk bagaimana menghapus stigma dan diskriminasi kepada ODHIV (Orang dengan HIV) dengan memberikan edukasi atau pemahaman kepada peserta melalui Healthy Talk “Berdamai Dengan HIV/AIDS” bertema Satukan Langkah Cegah HIV Semua Setara Mengakhiri AIDS, yang dibawakan oleh dr. Rosy Rahma Sari sebagai narasumber.
Kepala Cabang Klinik Pramita Dr. Meilinda Pratiwi mengatakan terselenggaranya kegiatan ini sebagai momentum bahwa klinik Pramita menjadi salah satu instansi kesehatan di Indonesia yang peduli pada isu HIV/AIDS terutama di kota Makassar.
“Melalui kegiatan ini menandakan klinik Pramita juga turut berperan serta dalam menangani HIV/AIDS khususnya dikl kota Makassar,” ungkap Meilinda.
Meilinda mengungkapkan bahwa adanya sharing session bersama komunitas peduli HIV/AIDS, diharapkan dapat menambah pengetahuan terkait bagaimana penanggulangan ODHIV dengan cara yang tepat.
“Dengan adanya kegiatan hari ini, teman komunitas atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga bisa menambah atau update terkait serba serbi penanggulangan dan pembantuan kepada teman ODHIV di kota Makassar,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Jaringan Indonesia Positif (JIP) menjelaskan bahwa stigma dan diskriminasi terhadap ODHA masih sangat tinggi di masyarakat.
“Ditengah masyarakat stigma dan diskriminasi hingga saat ini memang masih sangat tinggi, melalui kegiatan ini dijelaskan, virus HIV tidak seperti flu yang cepat menular, namun ada beberapa faktor penyebab orang terkena HIV,” jelas Akbar.
Akbar menyampaikan apresiasinya kepada Klinik Laboratorium Pramita yang berkolaborasi untuk memfasilitasi terselenggaranya event untuk bagaimana memberi pemahaman serta edukasi terkait HIV/AIDS.
“Alhamdulillah saya mengapresiasi sekali kepada kilinik Pramita yang telah ingin berkolaborasi kepada kami untuk update pemahaman baru tentang HIV/AIDS,” imbuh Akbar.
Lebih jauh dirinya berharap lewat kegiatan tersebut bisa menjadi wadah saling tukar informasi serta pengalaman untuk lebih memahami cara penanganan, pencegahan, penanggulangan HIV/AIDS.
“Saya harap dengan adanya kegiatan ini kita bisa saling berbagi informasi, misalanya apa sih yang dibutuhkan teman ODHIV terkait pengobatan, kepatuhan, disiplin pengobatannya seperti apa, supaya bagaimana teman ODHIV jauh lebih paham,” tutur Akbar



