Banner

Kemenag-BKKBN Sulsel, Membangun Komitmen Dalam Percepatan Penurunan Stunting, Pada Catin

Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Menindak lanjuti Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 serta Peraturan Gubernur Sulawesi Seletan No. 19 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel bersinergi membuat program pencegahan stunting dari hulu.

Hal tersebut dibuktikan dengan digelarnya Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Bersama Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten/Kota yang di Inisiasi oleh BKKBN Sulsel di Hotel Grand Asia Makassar, Selasa 15/11/22.

Rapat Koordinasi tersebut dilakasanakan selama dua hari, mulai tanggal 15-16 November 2022.

Kepala BKKBN Sulsel, Andi Rita Mariani mengatakan salah satu upaya percepatan penurunan angka stunting dengan melakukan edukasi dari hulu yakni kepada calon pengantin (Catin) yang akan menjadi orang tua anak sehingga kolaborasi dengan Kanwil Kemenag Sulsel sangat perlu dilakukan.

“Membangun kolaborasi BKKBN bersama Kementerian Agama khususnya Kanwil Kemenag provinsi Sulawesi Selatan ini menjadi bukti nyata, InsyaAllah kedepan percepatan penurunan stunting dengan melakukan edukasi dari hulu makanya kita mulai dari calon pengantin karena mereka yang akan menjadi ibu hamil,” ujar Rita saat ditemui usai kegiatan.

Kantor Urusan Agama (KUA) menurut Rita, peran penting pemberian pemahaman stunting kepada Catin sebagai lini terdepan. Selain itu pencegahan perkawinan diusia dini juga perlu karena menjadi salah satu pemicu atau penyebab terjadinya kenaikan angka stunting.

“Kalau ini kita lakukan pendampingan dan berikan edukasi Insya Allah kedepan mereka akan lebih paham bahwa di usia kawin muda sangat rentan melahirkan anak stunting maka dari itu jika dimulai dari hulu tentu Kemenag punya peran yang sangat besar karena yang berhadapan langsung dengan Catin tentu dari KUA,” terangnya.

Lebih jauh, Rita mengungkapkan rapat koordinasi ini akan menjadi penguatan sinergitas untuk memaksimalkan program penurunan stunting.

“Evaluasinya di tingkat kabupaten sudah di jalankan edukasi kepada Catin tetapi di tingkat provinsi kita mau menyamakan persepsi siapa tau ada yang belum paham seperti apa mekanismenya,” jelas Rita.

Diketahui, dari 24 kabupaten di Sulsel kasus stunting tertinggi di kabupaten Jeneponto 37,9 persen dan terendah kasus stunting terendah di kota Makassar berada diangka 18,8 persen.

Sementara itu, Sub kordinator kepenghuluan pada Bidang Urais Kanwil Kemenag Sulsel, Andi Moh Rezki Darma mejelaskan kegiatan penurunan angka stunting ini merupakan program nasional dan sudah menjadi prioritas negara.

Kementerian agama telah melakukan MOU dengan BKKBN tingkat pusat dan telah ditindak lanjuti ditingkat provinsi.

“Tentunya kami harus membangun komitmen untuk mendukung program ini tetap berjalan dengan maksimal utamanya di lini terdepan yakni KUA yang mana tingkat kecamatan ini merupakan pihak terdekat memberi edukasi atau pemahaman kepada Catin tentang stunting ini,” ujar Rezki.

Rezki mengaku pihaknya telah melakukan koordinasi muali tingkat kecamatan hingga kabupaten agar program berjalan maksimal.

“Sampai saat ini kita sudah membangun komunikasi dengan semua pihak mulai dari tingkat kecamatan Sampai ketingkatan kabupaten supaya lebih cepat berjalan” katanya.

Lebih lanjut, pertemuan koordinasi tersebut akan membahas teknis pelaksanaan program, agar bisa lebih dipahami secara kontekstual.

“Untuk bisa bersinergi dengan baik tentu harus ada media pertemuan atau komunikasi lebih intens supaya lebih efektif pelaksanaannya. Karena kalau sekedar dipahami secara tekstual tapi tidak di kontekstualkan tentu akan mengalami Kendala di programnya,” jelasnya.

Rezki mengapresiasi Perwakilan BKKBN Sulsel atas inisiasi melakukan pertemuan koordinasi, guna membantu mempercepat penanganan stunting.

“Kami berterimakasih kepada pihak perwakilan BKKBN Sulsel atas inisiasi mempertemukan kita yang bagaimana berupaya dalam mempercepat proses stunting ini di

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *